Bianca membuka mata, tak sadar ia ketiduran sejak siang. Sesaat, ia mendapati Kimi yang sudah duduk manis di depannya. "Lo kecapekan? Udah tidur dari tadi kan? ck, ck, ck," ujar Kimi sembari menggelengkan kepala. "Bangun terus makan dulu, gue yakin lo belum makan." "Thanks banget, sumpah." Bianca segera duduk dan mengambil bungkusan yang ada di meja. "Lo kapan datengnya Kim? Kok gue enggak sadar sih?" "Baru tiga puluh menit yang lalu kok." Bianca mengangguk, melirik sesaat ke gorden yang telah tertutup dan lampu yang sudah dinyalakan, Bianca tahu kalau ini sudah malam. Kembali fokus pada bungkusan yang Kimi bawa, mata Bianca pun melebar kala menemuk seblak di dalam sana. Seblak memang paling bisa menggugah selera makannya. Bianca yang sejak tadi malas untuk sekedar meneguk air, sekara

