Ran menggeleng. Dia pasti sudah gila karena menjuluki hubungannya dengan Theo serendah itu. Ran tidak pernah merasakan jatuh cinta, tapi dia tahu bahwa perasaan itu bisa membuat orang yang merasakannya menjadi bodoh. “Tidak, tidak ada yang lucu. Mau minum? Biar kuambilkan,” kata Ran menampik. Tapi entah kenapa, itu tidak cukup untuk membuat Theo merasa lebih baik. Dia merasa kesal ketika tadi Ran memilih untuk pergi dan seolah sengaja untuk memberikan dirinya waktu dengan Elvina. Namun kelakuan Ran itu jelas salah. Theo bahkan mendapati tatapan suram ibunya menghunjam ke arahnya. Sehingga tanpa pikir panjang, Theo pun menyusul Ran. “Kamu tahu apa yang kamu lakukan tadi salah ‘kan?” Ran menarik napas dalam-dalam dan mulai untuk menanggapi dengan serius. Tapi kenapa Theo tampak begitu

