Potion

1323 Words

"Kenapa kau bersikap baik padaku? Bukankah kau ingin aku me-rejeck Thomas?" Tanya Anna. Tio tampak berpikir. 'benar, bukankah seharusnya aku menyakitinya? Bahkan aku melupakan dendamku pada Thomas saat bersamanya. Apa mungkin aku menyukainya?' Berbagai macam pertanyaan muncul dalam benak Tio. "Hey.., Tio. Iiihh! Tio!!" Anna melambaikan tangannya pada Tio namun, ia tidak mendapatkan respon apapun dari Tio. Sehingga ia pun memukul pundak Tio dengan keras sambil berteriak memanggil Tio. "Aaww!" Pekik Tio mengusap punggungnya. "Makanya kalo orang nanya itu dijawab! Bukannya melamun!!" Kesal Anna hendak memukul Tio lagi. "Eeehh, pukulanmu itu sakit Anna! Lagi pula aku sudah tidak melamun lagi!" Tio menahan tangan Anna yang melayang ke arahnya. Ia menatap wajah Anna 'cantik. Betapa beruntun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD