Twenty-four Hours Together

2026 Words
Berita pernikahan Thomas dan Anna telah menyebar di telinga bangsa werewolf. Dan saat ini semua maid di pack silvermoon tengah sibuk mempersiapkannya karna besok adalah hari-H. 'Nithy, apakah kau senang dengan hal ini?' Tanya Anna memindlink wolfnya. Tentu saja aku senang, sangat senang malah. Aku sangat bahagia. Ternyata Thomas mencintai kita. Jawab Nithy senang. 'Ya, dia mencintai kita dan kita akan menikah dengannya besok.' Sahut Anna dengan senyum manis yang terukir di wajah cantiknya. . . . . . 'Tommy sebentar lagi kita akan bertemu dengannya lalu menikah dengannya dan menandainya sebagai milik kita. Apakah kau tak merasa senang?' Tanya Thomas memindlink Tommy. Aku senang, sangat senang malah. Tapi kejadian yang akan datang setelahnya yang tak ku sukai. Kita tak bisa melakukan apapun untuk mate kita, aku takut jika dia membenci kita dan mereject kita karna ulah other sidemu. Jawab Tommy lalu menyalahkan Tio, other sidenya Thomas. 'Kita harus menjelaskan semuanya pada mate kita sebelum itu terjadi.' Usul Thomas. Tapi, aku takut kalau mate kita tak menerima kehadiran other sidemu dan ia akan menjauhi kita. Ucap Tommy ragu. 'Kalau itu yang kau takutkan maka aku tak akan memberitahukan keberadaan other sideku. Bagaimana?' Usul Thomas pada Tommy. Baiklah itu jauh lebih baik. Jawab Tommy setuju. **** Hari-H Toktoktokk Pintu kamar Anna diketuk dari luar entah oleh siapa, Anna hanya mengerjap-ngerjapkan matanya untuk mengumpulkan nyawanya yang tengah melayang entah kemana. Setelah berhasil, Annapun turun dari kamar kecilnya dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya. Kriieeett Anna membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilihatnya, para maid tengah berbaris rapi di depan kamarnya lebih tepatnya teman-teman maidnya. "Kenapa kalian berbaris rapi seperti itu?!" Pekiknya tak percaya sambil mengucek-ngucek matanya berulang kali untuk memastikan apa yang dilihatnya itu benar. "Kami datang ke sini karna diperintah oleh alpha Thomas untuk mempersiapkan anda, luna." Ucap para maid serentak. Deg.. Jantung Anna seakan berhenti berdetak sementara, dan seketika pipinya terasa memanas ia yakin kalau pipinya telah memerah sekarang. Ia lupa kalau hari ini ia akan menikah dengan Thomas. 'Jadi yang kemarin itu bukan mimpi?' Batinnya. Iya Anna yang kemarin itu nyata. Nithy menanggapi perkataan Anna. "Mmm... aku bisa mempersiapkan diriku sendiri.. jadi.. kalian kembalilah kerjakan pekerjaan yang lain." Ucap Anna tulus sambil memegang pipinya yang masih memerah karna malu. "Maaf, luna. Kami tak bisa kembali karna alpha Thomas melarang kami kembali sebelum mempersiapkan Anda." Ucap Para maid lagi-lagi dengan serentak. Mendengar jawaban itu membuat Anna geram sendiri, ia membanting pintu kamarnya dengan lumayan keras dan.. Braaakk Para maid yang berada di depan pintu kamar Anna sangat tekejut akan hal itu. 'Kenapa dia menyuruh mereka? Dia pikir aku tak bisa mempersiapkan diri dengan baik!! Bikin kesal saja!' Geram Anna dalam hatinya. Setelah menutup pintu kamarnya Anna langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya, ia tak perlu perawatan yang berlebihan seperti lulur atau apapun yang sejenis dengan hal itu karna tubuhnya sudah ia rawat dengan sangat baik apalagi saat ia masih menjadi seorang putri dulu, jadi ia mengingat apa saja yang harus ia lakukan untuk merawat tubuhnya agar tetap cantik terawat sehingga jika ada hal-hal mendadak seperti pernikahannya ini ia tak perlu susah payah merawat dirinya. Selesai mandi, Anna memakai gaun yang diberikan oleh Thomas. Gaun itu sangat pas di tubuh mungilnya tapi ia sangat menyayangkan model gaunnya, belahan d**a pada gaun itu sedikit terbuka membuat belahan d**a Anna terekpost karnanya. "Hah.. kenapa dia memberiku gaun ini.. gaunnya sangat cantik tapi sayang bagian di sini terlalu terekspose." Ucapnya sambil menatap bayangan dirinya lalu ia mengambil penutup mata berwarna putih yang senada dengan warna gaunnya dan kain panjang yang akan ia pakai untuk menutup wajahnya. 'Ayo kita pergi menemuinya Nithy.' Ucap Anna mengajak Nithy melalui mindlink. Terserah kau saja. Balas Nithy pasrah. Anna pun keluar dari kamarnya untuk pergi menemui Thomas dengan menutup sebagian wajahnya dengan kain yang ia bawa. Toktoktokk Pintu kamar Thomas diketuk oleh Anna. Thomas merasa terganggu dengan hal itu, ya! Saat ini ia sedang bersiap-siap untuk pernikahannya. Tapi sekarang, ada yang menggangunya untuk bersiap-siap. Mate, mate, mate! Ucap Tommy semangat membuat Thomas bingung karenanya. Thomas sangat yakin kalau matenya sedang bersiap-siap sama dengan dirinya saat ini. 'Apa maksudmu?' Tanya Thomas lewat mindlink. Mate kita berada di luar, bodoh! Apa kau tak merasakan kehadirannya?! Kesal Tommy membuat Thomas tersadar.. ya, dia baru menyadari kehadiran matenya setelah ia mencium aroma memabukkan yang masuk ke hidungnya. Dengan cepat Thomas menghentikan aktivitasnya dan langsung berlari membukakan Anna pintu kamarnya. "Maaf, bisakah aku berbicara dengan alpha Thomas?" Tanya Anna. Ia bertanya seperti itu karena saat ini ia telah memakai penutup mata yang harus ia gunakan jika ingin bertemu dengan matenya, Thomas. Thomas menatap Anna tanpa berkedip, walaupun Anna sudah menututupi wajahnya dengan kaindan penutup mata. Thomas tetap berpendapat bahwa wanita yang berada di hadapannya ini sangat cantik. "Masuklah." Ajak Thomas lembut sambil menarik tangan kanan Anna agar mengikutinya. "Jika hidungku tidak bermasalah, berarti kamu adalah Thomas." Ucap Anna ketus setelah Thomas menutup pintu kamarnya. "Ia.. sayang. Ini aku Thomas, matemu." Ucap Thomas meng'iya'kan perkataan Anna. Setelah itu, Thomas langsung menarik Anna ke dalam pelukannya. Anna tersentak ia bingung dengan apa yang dilakukan Thomas padanya. Kemarin dia diusir, dan sekarang dia dipeluk. Karena keterkejutannya Anna tak membalas pelukan Thomas. "Kenapa kau menyuruhku untuk memakai penutup mata ini?" Tanyanya masih dalam pelukan Thomas. "Kenapa kau menutupi wajahmu?" Tanya Thomas balik. Ia sedang mencoba mengalihkan topik pembicaraan karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya. Hal itu membuat Anna kesal karena ia merasa tak dihiraukan. Ia pun melepas pelukan Thomas dengan paksa. "Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku?!" "Kau juga tak menjawab pertanyaan dariku!" Balas Thomas tak terima. Sebenarnya ia kecewa karena pelukannya dilepas begitu saja, ia masih merindukan matenya. Dan kemungkinan besar mereka akan berpisah karena Tio akan muncul setelah ia menandai Anna. "Kau benar-benar menyebalkan!" Ucap Anna hendak meninggalkan Thomas namun karena tergesa-gesa Anna menginjak gaun panjangnya dan hampir terjatuh jika Thomas tak segera menangkapnya. "Hati-hati sayang." Ucap Thomas lalu membuka kain putih yang menutupi wajah cantik Anna. Astaga mate kita sangat cantik! Cepat tandai dia! Pekik Tommy senang. 'Tenang Tommy, hari ini kita akan menikah dengannya, setelah itu aku akan menandainya.' Balas Thomas tenang lalu memutuskan mindlink secara sepihak. "Para maid itu belum menyelesaikan tugasnya? Kenapa mereka membiarkan kau datang ke sini." "Apa aku terlihat jelek jika aku tak dipersiapkan oleh mereka?" Lirihnya memotong perkataan Thomas cepat. "Bukan seperti itu hanya saja." Deg.. Thomas terkejut bukan main, tiba-tiba Anna memeluknya sangat erat seakan-akan ia tak ingin terlepas dari Thomas. Thomas pun tersenyum tipis lalu membalas pelukan matenya. Merasa pelukannya dibalas Anna mata Anna mulai berair, dia menangis. "Kenapa.. hiks.. kenapa... kamu.. hiks..hiks.. berubah.. hiks.. tiba-tiba saja.. kau menjadi.. hiks.. sangat perhatian.. hiks.. hiks.. kamu berubah! Si..sifatmu berubah.. hiks.. hiks.. kemarin kamu mengusirku! dan tiba-tiba kamu mengajakku menikah!" Racau Anna tak jelas dalam pelukan Thomas. Thomas mengerti kenapa matenya berkata seperti itu. Yang mengusir Anna pasti Tio, other sidenya. Menyadari hal itu Thomas mengumpati Tio karena telah melakukan itu pada matenya. "Sudah..sudah... jangan nangis gitu.. aku minta maaf dengan apa yang terjadi kemarin. Jadi, sekarang kamu berhenti nangisnya karena kita harus segera bersiap untuk pernikahan kita hari ini." Ucap Thomas sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus Anna. "Sepertinya.. kamu tak bisa kembali ke kamarmu. Kamu dandan di sini saja bersamaku." Putus Thomas sambil menatap Anna, jika Anna tak menggunakan penutup mata mungkin saat ini Thomas sedang menatap mata Anna dalam. "Terserah kau saja." Pasrahnya lalu ia memeluk Thomas lagi, dengan senang hati Thomas membalas pelukan Anna. Mereka berpelukan cukup lama lalu Thomas memindlink Andrian untuk memerintahkan para maid membawa semua peralatan make up yang akan ia dan Anna gunakan. Selesai bersiap Thomas dan Anna pun pergi menuju ke altar. Yang mengurus semua persiapan pernikahan Thomas dan Anna adalah Andrian. *** 10 menit yang lalu acara pernikahan Thomas dan Anna telah selesai. Mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri dan sekarang Anna sedang duduk di pinggir kasur menunggu Thomas, ia masih bingung apakah ia boleh membuka penutup matanya sekarang atau tidak. Sedangkan Thomas, ia izin sama Anna untuk pergi ke ruang kerjanya karna ada hal mendadak yang harus ia urus. Ceklek.. Kriieeetttt.. Pintu terbuka dan terlihatlah Thomas di baliknya. "Kenapa kamu belum mandi?" Tanya Thomas saat melihat Anna masih menggunakan gaunnya. "Aku nungguin kamu-" Jawab Anna tanpa menoleh ke arah Thomas karena malu. Thomas mendekati istrinya dan duduk di sampingnya. "Kamu ingin mandi bersama?" Tanya Thomas menggoda istrinya sedangkan yang ditanya mendengus kesal sambil memukul punggung Thomas dan saat itu pula tawa Thomas meledak. "Aku menunggumu hanya karna aku ingin bertanya, apakah aku boleh membuka penutup mata ini sekarang?" "Tentu." Jawab Thomas lalu membuka penutup mata yang menutupi mata istrinya. Anna membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk karna ia telah menutup mata terlalu lama. Lalu terlihatlah bayangan Thomas masih samar namun semakin lama semakin jelas. Anna memandang Thomas dalam begitu juga sebaliknya. Pandangan mereka bertemu membuat hati dari keduanya bergejolak tak keruan. Hening tak ada yang memulai pembicaraan mereka masih saling beradu pandang lama kelamaan wajah mereka mendekat dan semakin dekat, nafas mereka saling beradu lalu tatapan keduanya turun ke arah bibir lawannya masing-masing dan merekapun berciuman. Thomas menutup matanya memberikan lumatan hangat dan lembut pada bibir Anna, Anna menutup matanya lalu membalas ciuman Thomas tanpa sadar tangannya sudah melingkar di leher Thomas. Ciuman mereka semakin dalam dan menuntut. Terdengar desahan dan decakan dari bibir mereka. Saat ciuman Thomas perlahan menurun ke leher jenjang Anna, Anna tersadar dan langsung melepaskan ciuman mereka dan memperbanyak jarak antara dirinya dan Thomas. "Kenapa berhenti?" Tanya Thomas dengan suara serak. "Aku belum mandi." Jawab Anna lalu melirik ke arah Thomas. "Sepertinya kamu juga." Tambahnya lalu terkekeh geli. "Kalo begitu~" Thomas menyunggingkan senyum nakalnya. "Eh!" Pekik Anna kaget karna tiba-tiba ia digendong ala bridal style. "Ayo kita mandi dan melanjutkannya." Ajak Thomas lalu membawa Anna yang masih memberontak minta diturunkan ke kamar mandi. Merekapun mandi bersama dan melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda di sana. . . . . . Tengah malam.. "Sayang." Panggil Anna "Hm." Thomas menjawab dengan gumaman singkat. "Boleh aku minta sesuatu?" Tanya Anna ragu. "Tentu." Jawab Thomas. "Maukah kamu membebaskan orang tuaku dari penjara bawah tanah?" Tanya Anna dengan wajahnya ia tekuk tak berani menatap suaminya. "Apa maksudmu? Kapan ak... baiklah." Sebenarnya Thomas hendak membentak Anna karna bingung dengan pertanyaannya tapi ia urungkan karna mengingat other sidenya. "Memangnya siapa nama orang tuamu, sayang?" Tanya Thomas lembut karna ia tidak tau nama orang tua dari istrinya. Anna terkejut dengan pertanyaan Thomas. Kenapa Thomas bisa lupa? pikirnya. "Rainha Grace dan Jue Viole Grace." Mata Thomas membulat sempurna, ia baru mengingat nama belakang istrinya. Tak hanya itu, Thomas terkejut karna orang tua, ralat mertuanya adalah sahabat terdekat ayah dan ibunya, mereka juga mengetahui kalau Thomas mempunyai kepribadian ganda. Ia benar-benar merasa bersalah sekarang karena ia telah menganggap mertuanya itu orang tuanya sendiri sejak orang tuanya meninggal karna diracuni oleh musuh orang tuanya dulu yang sampai sekarang belum diketahui. Dan sekarang mertuanya berada di penjara bawah tanah. Tanpa pikir panjang Thomas langsung memindlink Andrian untuk membebaskan mertuanya dan mengembalikan semua yang seharusnya menjadi milik mereka. "Maaf." Lirih Thomas dengan tatapan sendu karna merasa bersalah. "Aku sudah memerintahkan Andre untuk membebaskan mereka dan mengembalikan semua yang seharusnya mereka miliki." Tambahnya memalingkan mukanya dari pandangan Anna. "Itu sudah berlalu, aku sudah memaafkanmu." Ucap Anna lalu memeluk suaminya, ia merasa tubuh Thomas bergetar, suaminya menangis dalam diam di pelukannya. Anna hanya menepuk-nepuk punggung suaminya sampai suaminya merasa tenang. "Maukah kau berjanji satu hal padaku?" Tanya Thomas setelah merasa lebih baik. "Apa?" "Apapun yang terjadi setelah hari ini, kumohon jangan pernah sekali pun berfikir untuk merejectku, kumohon berjanjilah." Ucap Thomas memohon pada istrinya. "Aku berjanji." Jawab Anna tersenyum manis. "Boleh aku menandaimu sekarang?" Tanya Thomas. "Iya." Jawab Anna. Thomas pun langsung menandai Anna dengan menggigit lehernya. Anna merasakan sakit dan panas secara bersamaan setelah ia digigit oleh Thomas. "Tommy ingin bertemu dengan wolfmu." "Nithy juga ingin bertemu dengan wolfmu." Setelah mengucapkan hal itu mereka pun berubah menjadi serigala. Tommy berwarna hitam sedangkan Nithy berwarna putih. Tommy dan Nithy saling menjilati satu sama lain dan berpelukan lalu mereka berubah ke wujud manusia kembali. "Aku mencintaimu Anna." Ucap Thomas tepat di telinga Anna. "Aku juga mencintaimu Thomas." Ucap Anna lalu memeluk Thomas. Mereka pun tidur dengan saling berpelukan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD