Sore ini masih menghabiskan waktu dengan Wilda yang masih dibuat penasaran dengan sosok seseorang yang sedang menjalin hubungan dekat denganku. "Oh my God... cinlok kalian? Bentar bentar, sama siapa? Kalau sama Rendi gak mungkin, Mas Eko? Masa iya? ..." Wilda mengabsen satu persatu daftar lelaki yang berada didivisi keuangan-minus Mas Tama yang kujawab dengan gelengan hingga membuatnya semakin tidak sabaran. "Siapa sih Nad?" Akhirnya dia menyerah dan mengundang gelak tawaku. Ketika baru saja akan menyebutkan namanya tiba tiba ponselku berdering yang membuat obrolan kami tertahan. Panjang umur, orang yang sedang dibahas sedang dalam sambungan telepon. "Bentar ya Wil, pas banget lagi nelpon dia?" kataku dan segera dijawab antusias olehnya. "Ehh... siapa sih? Loudspeaker dong" pintanya s

