Kembali ke Surabaya menjadi pertanda kembali juga pada rutinitas semula. Selasa pagi seperti biasa bangun kemudian menyiapkan setelan yang akan kugunakan hari ini juga menyiapkan keperluanku seharian ini untuk dimasukkan ke dalam sebuah sling bag. Kemudian menyiapkan menu sarapan yang simpel seperti omelet atau roti telur ditambah dengan milo cokelat kesukaanku. Semalam tiba di stasiun Gubeng dengan dijemput Mas Tama, ia menyempatkan untuk menjemputku sebelum pagi ini ia akan terbang ke Jakarta karena ada panggilan terkait lanjutan meeting kemarin yang belum juga selesai. "Pagi Mas..." sapaku ketika mendengar dering kedua panggikan masuk dari Mas Tama. "Pagi juga sayang..." sapanya kepadaku. Rasanya harus mulai terbiasa dengan panggilannya kepadaku terhitung sejak di Jogja kemarin. "K

