Chapter 22 : Markas Rahasia

2034 Words
 Setelah berakhirnya pertarungan melawan Roschi, Sementara itu, beralih ke tempat lain, atau lebih tepatnya di gedung penelitian milik NeoGen yang kini keadaannya sudah hancur, gelap, dan sepi, selain itu mayat bergelimpangan dimana-mana. Pada pagi hari, ketika situasi mencekam disana telah usai dan para Gargoyle ganas sudah meninggalkan tempat tersebut. Ada seorang pria yang berjalan masuk sendirian ke dalam sana.  Pria misterius itu terlihat rapi dengan setelan jas berwarna hitam yang dikenakannya. Dia berjalan dengan santai melewati puluhan mayat yang tergeletak disana, walaupun lantai di tempat itu dipenuhi oleh darah namun si pria misterius tampak tidak peduli, dia tetap berjalan dengan normal walaupun sepatu mahal yang dikenakannya harus menginjak genangan darah kering.  Sosok pria misterius itu rupanya tak lain tak bukan adalah Tuan Ivan, atau sang CEO perusahaan NeoGen. Dia berani sekali datang ke tempat itu sendirian tanpa dikawal oleh siapapun. Dan entah mengapa dia melakukan hal itu, belum ada yang tahu apakah dia melakukannya untuk kepentingan perusahaan atau untuk kepentingan pribadinya? Namun memang ada yang janggal dari kedatangannya tersebut.  Dia terus berjalan menyusuri setiap ruangan hingga akhirnya dia menemukan tubuh Cross yang sedang tergeletak dalam kondisi sekarat. Tuan Ivan memperhatikan sekujur tubuh Cross dengan perasaan penuh hasrat, lalu dia sedikit merasa takjub ketika melihat jari tangan Cross yang masih bisa bergerak walaupun hanya sebentar. Oleh karena itu Tuan Ivan bisa menyimpulkan bahwa Cross masih hidup. Kemudian dia segera berjongkok sambil berbicara. Dia memberikan pertanyaan kepada Cross yang sedang dalam keadaan sekarat itu.  “Cross, aku harus melenyapkan semua saksi yang masih hidup di tempat ini. Tetapi karena kau spesial, maka aku akan memberikan sebuah penawaran kepadamu ... Apakah kau menginginkan kekuatan yang besar? Jika jawabannya iya, maka gerakan jarimu sebanyak 2 kali, namun jika jawabannya tidak maka jangan gerakan jarimu.” Suruh Tuan Ivan.  Lalu tiba-tiba Cross menggerakan 2 jarinya, maka hal itu menandakan bahwa Cross tidak ingin mati dan dia ingin medapatkan kekuatan yang besar.  “Hmm, bagus ... Tapi untuk itu, kau harus bersumpah setia kepadaku.” Setelah Tuan Ivan mengatakan hal tersebut, jari Cross bergerak lagi sebanyak 2 kali. Karena Dalam keadaan yang putus asa seperti itu, pilihan terbaik bagi Cross adalah megikuti kehendak Ivan dan rela menjadi budaknya untuk selama-lamanya.  Maka setelah itu, Ivan tersenyum lalu dia berdiri. Dan beberapa saat kemudian, muncul sesosok orang misterius lain di belakang Ivan. Sosok itu adalah seorang pria paruh baya, dengan rambut putih lurus ke belakang dan mata kiri yang ditutup eyepatch. Dia mengenakan mantel berwarna coklat, dan berjalan dengan bantuan tongkat. Ketika sosok pria itu datang menghampiri Ivan, maka Ivan langsung menoleh dan berbicara kepadanya.  “Oh, Rudolf. Rupanya kau sudah datang. Bagus sekali.”  Ternyata sosok pria misterius itu adalah Rudolf. DI masa depan, nama itu pernah disebut oleh Christa sebagai dalang dari terjadinya hari kiamat monster. Dan di masa ini, ternyata dia memiliki hubungan dengan Tuan Ivan, yang merupakan pimpinan dari perusahaan NeoGen. Hal itu menandakan bahwa ada sebuah konspirasi besar di antara mereka berdua.  Rudolf mulai berbicara. “Hmm, tempat ini benar-benar kacau. Para Gargoyle itu sudah mulai berani sekarang ... Jadi untuk apa kau memanggilku kesini, Ivan?” Sepertinya mereka juga sudah terbiasa memanggil satu sama lain dengan nama masing-masing.  “Entah bagaimana kelompok Holy Grail yang merepotkan itu bisa menemukan dan menyerang tempat ini. Sehingga beginilah keadaannya sekarang ... Sebisa mungkin aku ingin menutupi hal ini dari publik.” Ucap Ivan.  “Jadi, kau ingin melenyapkan semua saksi yang berada di tempat ini?” Tanya Rudolf.  “Ya ... Aku tidak ingin menyebabkan kepanikan bagi keluarga mereka ataupun bagi publik, aku ingin semua orang menganggap bahwa kegiatan di tempat ini masih berlangsung dengan baik, dan saat ini para pekerja disini tidak boleh diganggu karena mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya.”  “Ooh, jadi itu sebabnya kau juga menyuruh para anak buahku untuk menjegal dan menghabisi pasukan bantuan yang kemarin diminta oleh Cross untuk datang kesini? ... Tapi kau tidak bisa menyimpan rahasia ini untuk selamanya, iya kan? Cepat atau lambat publik pasti akan tahu.” Ucap Rudolf.  “Itu tidak masalah, lagipula sebentar lagi akhir bagi kehidupan di dunia ini akan segera tiba ... Sekarang, tolong kau urus Cross, dan jadikan dia lebih berguna dari sebelumnya.” Suruh Ivan sambil berjalan pergi. Namun sebelum Ivan pergi, Rudolf berkata. “Lalu bagaimana dengan Rengga?? Apakah kau sudah menemukan mayatnya disini? Selama ini kau memperlakukannya sebagai domba yang sangat bermanfaat bagi fasilitas ini. Tapi jangan melupakan fakta bahwa dia bisa menjadi orang yang sangat merepotkan, jika kau melepaskannya begitu saja, maka dia bisa menjadi ancaman untuk rencana kita.”  “Hmm, benar sekali. Walaupun aku selalu berusaha untuk membuat dia sibuk disini, tapi dia selalu saja bisa berulah. Sekarang suruh para anak buahmu untuk menyisir seluruh tempat ini, dan jika mayat Rengga tidak ditemukan, maka kita harus mencari dan membunuhnya.”  “Aku setuju.” Ucap Rudolf. Kemudian pertemuan mereka berakhir disana. Dan Rudolf segera membawa tubuh Cross, untuk kepentingan eksperimennya.  Singkat cerita, di suatu tempat lain, hari sudah mulai siang, dan ketika Kevin membuka matanya, dia mendapati bahwa saat ini dirinya sedang berbaring di suatu ruangan pengobatan, dengan adanya beberapa ramuan dan peralatan medis di sekelilingnya. Kondisi tubuh Kevin sudah lebih baik, dan luka-luka di tubuhnya juga sudah ditangani, lalu Sambil merasa kebingungan Kevin menengok ke kiri dan ke kanan untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang berada di tempat musuh, namun tempat ini juga tidak terlihat seperti Rumah sakit, karena keadaan di sekitarnya cukup gelap, kotor dan berdebu. Sehingga Kevin menyimpulkan bahwa saat ini dirinya sedang berada di sebuah fasilitas rahasia.  Kemudian Kevin memutuskan untuk beranjak dari ranjang tempat dia tidur, setelah itu dia keluar dari ruangan tersebut. Kevin berjalan dengan sangat hati-hati karena dia tidak mau menimbulkan suara bising. Setelah keluar dari ruangan itu, Kevin terus berjalan menyusuri lorong, hingga akhirnya dia menemukan ada sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka, dan dari ruangan tersebut terdengar ada suara dua orang yang sedang berdebat, sehingga Kevin segera mendekat untuk menguping percakapan mereka.  “Sudah kubilang, ayah seharusnya jangan bawa Gargoyle itu kesini!”  “Tapi Gargoyle itu berbeda, bukankah ayah sudah pernah menceritakannya padamu.”  “Ya, tapi tetap saja tidak aman jika ayah membawanya kesini, seharusnya ayah urus saja dia di tempat lain!”  “Tidak bisa, hanya disinilah peralatan lengkap milik ayah berada, jika dia tidak dibawa kesini maka dia akan mati ... Lagipula sebelum dia dibawa kesini, ayah sudah menyemprotkan parfum ke sekujur tubuhnya, sehingga keberadaan kita tidak akan mungkin bisa dilacak oleh musuh.”  “Bukan itu masalahnya! ... Jangan lupakan bahwa dia adalah seekor Gargoyle.”  “Christa, tidak semua Gargoyle itu jahat.”  “Pokoknya aku tidak setuju jika dia berada disini!” Ujar Christa sambil berjalan pergi dari ruangan itu dengan perasaan kesal.  Dan ketika Christa membuka pintu untuk pergi keluar, dia sempat terkejut karena mendapati adanya Kevin yang sedang berdiri diluar pintu. Sehingga Kevin langsung saja menyingkir sambil menyapanya, Namun Christa tidak mempedulikannya dan dia terus saja berjalan pergi dari sana dengan raut wajah kesal.  Kemudian dengan perasaan canggung, Kevin masuk ke dalam ruangan yang merupakan tempat kerja milik Dokter Rengga itu, dan sepertinya Dokter Rengga memang sudah menunggu kedatangan Kevin disana, sehingga ketika Kevin masuk, Sang Dokter langsung menyambutnya.  “Oh, Kevin. Selamat siang ... Bagaimana keadaanmu?”  “A- aku sudah lebih baik ... Apakah ini tempat tinggalmu?”  “Ya, tempat ini adalah sebuah gudang tak terpakai yang terletak di suatu kawasan padat penduduk Briggs city. Aku menyebutnya sebagai markasku.” Jawab Dokter Rengga.  “O- oh, aku mengerti. Jadi selain bekerja untuk perusahaan NeoGen, kau juga membangun tempat untuk memfasilitasi para pemburu monster milikmu sendiri?”  “I- iya, kurang lebih begitu. Tapi satu-satunya pemburu monster yang ada disini sekarang hanyalah Putriku sih.” Jawab Dokter Rengga.  “O- oh, sebelumnya aku ingin berterima kasih karena Putrimu telah menolongku kemarin malam. Tetapi sepertinya, saat ini perasaannya sedang kurang baik.” Ucap Kevin.  “Hmm, ya. Maafkan dia ya. Dia hanya sedang merasa kesal karena aku telah membawa Oliver kesini. Kemarin, ketika aku dan Oliver sedang bersembunyi di kawasan sungai, Christa datang kesana sesuai dengan titik lokasi yang kuberikan. Lalu dia kusuruh untuk mencari dan menolongmu, sementara aku membawa Oliver kesini. Lalu setelah Christa menolongmu dan mengalahkan Roschi, maka kau bisa berada disini sekarang. Namun tadi pagi, ketika Christa tahu bahwa Oliver itu adalah Gargoyle dan dia kubawa ke tempat ini, maka Christa langsung marah besar.”  “Hmm, begitu ya ... Sepertinya Putrimu sangat membenci Gargoyle.”   “Ya, seperti itulah. Ceritanya panjang.”  “Oh iya, jadi sejak kapan Putrimu mulai menjadi seorang pemburu monster?"  “Hmm, 8 tahun yang lalu. Istriku meninggal dunia akibat suatu penyakit, Sedangkan aku, tidak pernah ada untuk menemaninya karena selama ini aku selalu sibuk dengan pekerjaanku di lab NeoGen, sehingga Christa menjadi kesepian dan tidak betah diam di rumah ... Kemudian waktu pun berlalu, dan Christa mulai masuk ke pergaulan yang buruk. Dia sering pulang malam, bepergian jauh, mencuri barang milik orang lain, bahkan dia juga pernah ditangkap polisi akibat berkelahi. Waktu itu aku benar-benar dibuat stress memikirkan kelakuannya, dia itu adalah perempuan, tapi dia bisa menjadi seorang ketua kelompok geng.”  “Hmm, Punya anak itu berat ya.”  “Ya, seperti itulah ... Lalu hal yang sangat mengerikan terjadi kepada Christa.”  “Apa itu?”  “Ketika dia bersama teman-temannya sedang berkumpul di malam hari, tiba-tiba saja mereka didatangi oleh 3 Gargoyle yang langsung menyerang mereka semua secara brutal. Dan walaupun Christa bersama teman-temannya sudah melakukan perlawanan secara mati-matian, namun mereka tetap kalah. Hingga akhirnya teman-teman Christa menjadi santapan dari para Gargoyle itu, sedangkan Christa berhasil selamat dan melarikan diri.”  “O- oh.” Kevin merasa terkejut setelah mendengar tentang apa yang sudah Christa alami.  “Aku mendapat kabar tentang kejadian yang menimpa Christa setelah dia sudah berada di rumah sakit, sehingga tanpa pikir panjang aku bergegas untuk melihat keadaannya. Lalu ketika aku tiba dan memeluknya, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Christa menangis di hadapanku karena dia merasa bersalah atas kematian teman-temannya.”  “Aku turut menyesal.”  “Terima kasih nak ... Lalu setelah itu, aku mulai menceritakan seputar Gargoyle dan fenomena celah antar dimensi kepada Christa, dan setelah aku memberitahukan tentang semua hal itu. Tiba-tiba saja Christa bertekad untuk menjadi seorang pemburu monster. Karena dia sangat membenci Gargoyle dan ingin memusnahkan seluruh Gargoyle yang ada di muka bumi ini."  “Waah.” Kevin merasa kagum.  “Awalnya aku tidak setuju dengan keputusannya, karena itu adalah profesi yang sangat berbahaya, namun walaupun aku adalah ayahnya aku tetap tidak bisa melawan kehendaknya, apalagi tekad yang dimiliki oleh Christa sudah sangat kuat ... Maka dari itu, kemudian aku bilang bahwa aku tidak bisa mengajarinya cara bertarung melawan Gargoyle, tetapi aku bisa menyediakan peralatan dan persenjataan bagi dirinya. Jadi, selain demi menafkahi keluargaku, tujuanku tetap bekerja di perusahaan NeoGen adalah demi mendapatkan sumber daya dan memanfaatkan peralatan canggih yang mereka miliki."  “Ooh, jadi bisa dibilang. Selama ini kau dan Christa menjadi tim pemburu monster yang bergerak dibalik bayang-bayang NeoGen ... Lalu darimana Christa belajar bertarung?” Tanya Kevin.  “Entah bagaimana dia memiliki kenalan beberapa pemburu monster independen, dan Christa berhasil meyakinkan mereka untuk mengajarinya bagaimana cara bertarung melawan Gargoyle. Lalu singkat cerita, setelah melakukan perjuangan panjang bersama mereka, akhirnya Christa berhasil menjadi seorang pemburu monster yang sangat ahli dan berpengalaman sampai saat ini.”  “Ooh jadi begitu ceritanya.”  “Ya, namun hal yang menyedihkan kembali terjadi.”  “Apa itu?” Kevin bertanya lagi dengan rasa penasaran. “Satu tahun yang lalu, pada suatu hari, sebuah kelompok para Gargoyle yang bernama Holy grail mulai terbentuk. Sehingga Kini para Gargoyle itu jadi lebih terorganisir dan berbahaya.”  “Hmm.”  “Bahkan, salah satu Jenderal Holy Grail yang bernama Roschi itu, berhasil membasmi banyak pemburu monster independen lainnya. Singkat cerita, pada 2 bulan yang lalu, Roschi juga telah membuat Christa kesulitan dan tak bisa pulang, sehingga aku harus bekerja keras untuk bisa menciptakan parfum penyamar aroma tubuh, dan juga Cross bow berkekuatan tinggi, supaya Christa bisa menggunakannya untuk mengalahkan Roschi.”  “Ya, berkat Christa dan senjata ciptaanmu, aku bisa selamat dan bahkan Jenderal Holy grail yang bernama Roschi itu juga telah berhasil dikalahkan.”  “Hmm, ya aku bersyukur atas hal itu ... Rumor mengatakan bahwa Kelompok Holy grail dipimpin oleh seorang Boss yang misterius, dan dia memiliki 3 orang Jenderal yang bernama Roschi, George, dan Siege ... Sekarang, karena Roschi sudah berhasil dikalahkan, maka selanjutnya Jenderal Holy grail yang tersisa hanya tinggal 2 orang, yakni George dan Siege.” Ucap Dokter Rengga.  “Eumm, anu ... Sebenarnya Jenderal Holy Grail yang bernama George juga sudah berhasil dikalahkan oleh diriku dan Oliver beberapa hari yang lalu.” Gumam Kevin.  “A- apa??” Dokter Rengga merasa terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Kevin dan Oliver ternyata sudah berhasil mengalahkan salah satu Jenderal Holy grail.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD