21. Tersiksa Di Rumah Mertua.

1050 Words

Perut sudah mulai keroncongan, karena sejak pagi aku belum makan apapun, hanya minum air putih saja. Sementara itu Firli sudah keluar sejak pukul delapan pagi sesaat setelah mbak Syala keluar, sementara ibu juga pergi entah kemana, di rumah besar ini hanya ada aku dan orang lumpuh yang tidak bisa apa-apa. Entah apa yang ingin kulakukan dalam keadaan ku yang masih lemah, ini hari keduaku habis melahirkan, tapi aku tidak selayaknya di perlakukan seperti orang yang baru melahirkan. Ibu mertua yang ku sangka baik pun tidak terlihat sepenuhnya baik, apa lagi suamiku yang memang nyata tidak mencintaiku. Tidak ada jalan lain selain dari menelpon ibu mertuaku, saat memeriksa ponselku banyak sekali panggilan tidak terjawab dari ibu beserta pesan singkatnya, belum lagi pesan beruntun dari Sasa s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD