Chapter 44

1635 Words

"Lumayan juga kam dapat telur burung puyuh," ujar Mace memuji Amir dan Pace. (Kam=kalian) Amir terkekeh girang. "Mace, itu sa yang lihat." Mace mengangguk puas. "Bagus, ko memang punya penglihatan mata bagus." Amir tersenyum senang. "Semua perangkap yang kita punya ada burungnya, Mace. Tapi Pace bilang itu burung tidak bisa dimakan dan kalau kita bunuh nanti masuk penjara," ujar Amir. Mace melirik ke arah Pace. "Semua burung cendrawasih, Mama. Ada tujuh. Warna bagus-bagus semua. Itu kalau seandainya pemburu rakus yang dapat, sudah mereka ambil lalu jual mahal itu," ujar Pace. Mace mengangguk mengerti. "Syukur jua Bapa dan Amir yang dapat. Kalau orang lain maka akan habis itu burung. Sa heran e dengan orang-orang yang rakus ini. Itu burung sudah langka, mereka tambah buru lai. Nan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD