70. Pemakaman

1797 Words

Suasana pemakaman sudah mulai sepi. Para pelayat telah meninggalkan pusara itu satu demi satu. Tinggallah beberapa orang berpakaian hitam yang masih setia menunggu di gundukan tanah yang masih basah itu. Seorang wanita paruh baya menangis sendu, menangisi kepergian seseorang yang dicintainya. Satu-satunya cinta dalam hidupnya, meski cintanya tak pernah terbalas. "Mas ... Mas Hadi, sedalam itukah cintamu pada Kak Mirna? Hingga dirimu lebih memilih abadi dalam kematian bersamanya," lirihnya sembari mengusap pusara yang baru beberapa waktu lalu menancap dia atas gundukan tanah itu. Di sebelahnya, Joana juga tak kalah terpukulnya dengan tantenya itu. Betapa sesungguhnya dia sangat menyayangi ayahnya, hingga melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatiannya. Namun, hingga saat ayahny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD