Bab 58

1213 Words

"Luna." Rafan membuka pintu kamar. Dia melihat Luna duduk di kursi tempat biasanya dia bekerja. Ditutup pintu, kemudian dikunci dari dalam. Semoga kali ini dia berhasil memberi kode dan Luna dapat menangkapnya. Perlahan Rafan mendekat. "Lagi ngapain?" Luna tak menjawab. Dia sibuk menatap layar laptop yang sudah menyala. Pikirannya melayang pada sebuah adegan yang akan dituangkan dalam tulisannya kali ini. Meskipun tak se-famous orang lain, tapi dia akan tetap menulis karena salah satu hobinya selain rebahan. "Luna." Ketika dipanggil nama baru Luna menyahuti. "Hmm." "Ngapain sih?" Kesabaran Rafan sudah terkikis sedikit sampai dia geram, berdiri di samping Luna, menatap tajam. "Kerja." "Sok-sok an kerja. Ini udah malam." "Justru itu, malam yang paling bagus buat gue kerja. Idenya ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD