Malam itu Mega mengancang-ancang dirinya untuk bersiap menanyakan hal yang dipermasalahkan Bagas kepada dirinya, sebelumnya Bagas tak pernah peduli sedikit pun tentang mereka beda kasta dan hal-hal lainnya yang membuat Mega merasa aneh sekaligus kecewa. Apalagi dengan bentakan Bagas. Ha, kalau Mega larut dalam kekecewaannya ini dia tak akan kembali seperti dulu lagi. Mega hanya ingin hidup bahagia, tanpa harta dan kekayaan pun tidak masalah. Namun jika seperti ini, Mega pasti terkesan tidak bersyukur sudah diberikan kekayaan seperti ini dari Tuhan. Tarikan napas dan helaan yang keluar terdengar jelas di telinga Mega. Gadis itu memejamkan matanya sejenak lalu memijit kepalanya yang terasa pegal. "Kenapa?" Mega mendongak menatap sang Ibu. "Mega cuman mau nanya soal Bagas," ujar Mega to

