Mega terdiam sesaat, memikirkan bahwa selama dirinya bersekolah di sini tak ada rasa suka dirinya terhadap orang-orang di sekitarnya. Bahkan yang ganteng sekalipun, mungkin karena dirinya hanya berada di kelas, perpustakaan, dan ... tempat belajar lainnya. Paling umum adalah lapangan dan juga kantin, itu saja. "Udah." Bagas meraih bola itu lalu menatap Mega yang sedikit tersentak karena dirinya. "Kenapa, Meg?" tanya Bagas memastikan. "Ah? Nggak. Yuk." Mega berjalan mendahului Bagas. Mereka berdua sampai di lapangan, ramai. Banyak sekali anak-anak di ujung lapangan baik laki-laki maupun perempuan yang sedang menonton tim cheerleaders menampilkan dance-nya. Mega dapat melihat Lintang berada paling depan dengan lentuk tubuh yang paling bagus, dan Mega akui akan hal itu. "Gue langsung k

