# Maura menatap Tuan Pangestu dengan tatapan tajam. Bagaimana mungkin dia akan bersikap baik dan sopan pada orang yang sudah membuat ayahnya babak belur. Bagaimana bisa seseorang bisa melakukan hal seperti itu di hotel yang jelas-jelas merupakan milik mereka sendiri. Selain itu yang membuat Maura tidak habis pikir, ternyata di dalam ruangan itu ada Pamannya sendiri dan saat ini Pamannya malah tidak melakukan apa-apa untuk membantu ayahnya. “Apa yang sudah Anda lakukan pada Papa saya?” tanya Maura pada Tuan Pangestu yang saat ini masih menatap Maura. Tatapan pria tua itu layaknya tatapan pemburu yang baru saja melihat buruannya. Tampak angkuh dan juga licik. “Kucing yang mendesis di hadapan harimau sama sekali tidak menakutkan. Papamu melanggar kesepakatan sejak awal sehingga dia per

