Chapter 64

623 Words

Ajeng meringkuk di atas kasur. Sambil merutuki diri sendiri dalam hati. Cewek itu juga menangis, menyesal. Kenapa dia tidak mengabaikan Ilham saja? Kenapa tidak seperti biasanya? Tangisnya semakin kencang ketika dalam benaknya, terlintas wajah khawatir Ale beserta pesannya. Wajah cemas sang pacar yang begitu kentara, diliputi tanya berjuta juta atas peristiwa ini, tetapi masih sanggup menahan diri untuk tidak bertanya dan menuntut jawaban. Bagaimana mungkin dirinya melepaskan cowok setulus Nalendra Al Ghifari? *** Ale sampai di kosan dengan wajah lesu dan suasana hati yang sangat kacau. Kejadian hari ini benar-benar menguras tenaga dan pikirannya. Sepanjang jalan dari rumah Ajeng, cowok itu tidak bisa fokus pada jalanan. Dia sibuk memikirkan kondisi sang pacar. Menerka nerka apa penye

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD