Naura lebih dulu terduduk. Tidak sanggup menahan beban tubuhnya sendiri. Cewek itu merasa seperti diberi kejutan yang luar biasa buruk. Kemudian, disusul oleh Rita. Ponsel Ajeng yang sedang dia pegang pun meluncur ke atas lantai yang tidak dilapisi apa pun. Bunyi benda jatuh itu bahkan tidak mengembalikan kesadaran mereka yang seperti terbang entah ke mana. Direngut sebuat kenyataan yang sangat mengerikan. Porn revenge sangat mengerikan. Bagi siapa pun. Baik cewek mau pun cowok. Hidupnya tidak akan tenang dalam waktu yang relatif lama. Naura dan Rita tidak mau mempercayai foto itu. Akan tetapi, orang di dalamnya terlalu mirip dengan dengan Ajeng. “Ajeng.” “Bukan ...,” Ajeng terisak. “Bukan aku. Itu editan. Sumpah ....” Tangis Naura dan Rita pun luruh. Ketiganya terisak sembari berpelu

