Chapter 68

372 Words

Rita membenarkan perkataan Naura dalam hati. Ajeng tidak pernah mengabaikan orang yang menghubunginya, selama orang itu tidak membuatnya kesal. Hari ini, tidak mungkin Ajeng mempunyai masalah dengan salah satu atau keduanya. Sepanjang ingatannya, mereka hanya tidak bisa menemani sang sahabat di kampus. Namun, itu tidak masalah dan sering terjadi. "Iya, semoga nggak ada hal buruk apa pun. Tidur dulu aja, Nau. Nanti kalau ada info terbaru, pasti dikabarin." "Okay. Makasih banyak, Ta." Naura dan Rita sama-sama mengakhiri panggilan. Menutup sambungan diiringi dengan doa yang begitu tulus. Berharap bahwa Tuhan memberi mereka segala kebaikan di muka bumi. Meminta kepada-Nya, agar sahabat tercinta mereka tidak dalam keadaan buruk. *** Ilham menatap ponselnya dengan hati dipenuhi amarah. Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD