Bab 156: Hambatan di Gerbang Distrik

1038 Words

Prajurit tetap bersikeras untuk melaksanakan perintah sang duke yang tidak membiarkan Anastasia keluar dari dalam distrik. Rupanya pencegahan tidak digubris lagi oleh orang yang bersangkutan. Anastasia tetap berjalan setelah turun dari kereta. Terus mengayunkan kaki hingga dia bisa sampai di samping kusir. Sang kusir digeser hingga turun dari kereta, sedangkan Anastasia mengambil alih tugas untuk menjalankan kereta kuda. Tatapan matanya tajam dan seolah sudah berhasil menembus gerbang yang pada saat itu memang terbuka lebar. Sikap yang penuh dengan keyakinan besar terlihat pula oleh prajurit. Mereka seketika mengetahui niat yang sedang dirancang. Tanpa mau berlama-lama, mereka pun beranjak membentuk barisan di depan kereta kuda. Salah seorang prajurit berkata, "Lebih baik Nyonya menyera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD