Bab 152: Musuh Tidak Terduga

1005 Words

Area yang mereka tempati sekarang sepi karena memang semua sudah beranjak pergi sore itu. Keadaan berubah tegang saat bilah pedang mengacung tanpa rasa takut. Bahkan, sang duke sendiri bisa dikatakan tidak pernah menarik pedang di dalam distrik yang mana hanya akan membuat penduduknya ketakutan. Tetapi orang yang muncul di antara mereka tanpa ragu melakukan tindakan penuh arogan.   "Inikah jawabanmu?" ucap sang duke bergeming dari posisi maupun tatapannya.   Tidak lama kemudian barisan prajurit datang mengelilingi mereka. Anastasia yang pada saat itu masih kebingungan dibuat semakin bingung lagi. Dia ingin mencari jawaban mengenai siapa orang yang di belakang sana, tetapi sedikit saja dia bergerak, maka lehernya akan terpenggal.   "Luce," panggil Anastasia dengan suara yang bergetar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD