Putri Kayana begitu enggan untuk mengetuk pintu kamar pasangan yang selalu di mabuk asmara. Sekarang saja suara menjengkelkan sayup terdengar dari luar kamar. Kalau saja dia bukan istri Pangeran Darius, sudah pasti kamar di Istana Primrose yang selalu panas ini sudah habis dibakar olehnya. Beberapa saat setelah pintu diketuk, seseorang muncul dari balik pintu. Dia adalah Caroline yang kini pakaiannya tidak beraturan. Tangan itu berusaha menutupi bagian d**a yang hampir jatuh kainnya. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Peluh yang bercucuran membuat Putri Kayana sedikit merinding. Terlebih napas yang tidak beraturan dengan wajah merona merah membuat penampilan itu sudah seperti seorang wanita liar di rumah bordil. Sayang sekali dia harus menghayati peran sebagai Putri Kayana yang tertin

