Anastasia mengenakan pakaian tidurnya dengan terburu-buru. Lalu, di depan cermin riasnya ketika hendak melepaskan jalinan rambut dia terdiam sejenak. Memikirkan apa yang terjadi di antara Florence dan sang duke tadi. Kalau tidak karena menghargai seorang bangsawan, dia pasti tidak akan mengizinkan untuk pulang bersama. Kereta kuda pun menjadi sempit karena kehadiran Florence di sana. Suara pintu terdengar membuyarkan lamunan, akan tetapi dia tidak berniat untuk menoleh. Hanya melirik sebentar dari pantulan cermin untuk mencari tahu siapa yang datang. Setelah itu dia melanjutkan urusan rambutnya. Di saat itu pula sang duke ikut campur mengurai rambut yang terjalin. Tidak ada bantahan dari wanita yang suka membantah seperti Anastasia. Oleh sebab itu sang duke tetap melanjutkan. Kemudian me

