Bab 162: Hari Penobatan

2135 Words

"Memangnya hal apa yang harus aku jelaskan?" gumam Anastasia sambil terus berjalan mengikuti langkah kaki sang duke yang sudah jauh. Melihat sang duke telah masuk ke ruang kerja, dia pun mempercepat ayunan kaki. Tepat saat membuka pintu, sang duke sudah berdiri tegak membelakangi. Dia tetap memasuki ruangan dan menutup pintunya. Belum sempat berbicara, sang duke menempelkan tangan ke sisi pintu sehingga punggung terpaksa mundur ke belakang. Anastasia terpaku memandangi sikap yang tiba-tiba. Apalagi mereka saling berpandangan dari jarak dekat yang membuat guncangan tersendiri pada hati dan pikiran. Dia selalu merasakan perasaan asing yang begini jika menatap sang duke dari jarak dekat. "A-apa yang harus aku jelaskan?" tanya Anastasia dengan cepat. "Aku mendapatkan berita kalau kau pergi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD