Pada saat ini hujan sangatlah lebat, ditambah langit yang begitu gelap. Sang duke baru saja menginjakkan kaki di Distrik Edelweiss. Tujuannya langsung diarahkan pada sebuah makam. Duka cita yang mendalam diungkapkan pada salah satu penduduknya. Semua berlalu begitu cepat. Tidak ada yang bisa menghentikan kematian. Setelah itu sang duke beranjak pergi meninggalkan area pemakaman. Dia berhenti ketika sudah mencapai gubuk, tempat di mana Borneo ditinggalkan. Tadi hanya ada suara hujan yang terdengar, tapi di atas tanah kering ini dia bisa mendengar suara Borneo yang mendengkus. Dia mengusap-usapkan tangannya ke kepala Borneo, lalu berkata, "Kita sama-sama kedinginan saat ini." Tidak lama kemudian seekor kuda datang bersama penunggangnya. Tampak Yvone baru saja kembali dan langsung turun d

