Bab 107: Pikiran Nollie

1108 Words

Langit sudah tidak lagi menitikkan tangisannya. Lari kuda semakin kencang menghadapi tanah yang berlumpur dari sudut ke sudut. Air dari pakaian penunggang yang basah berangsur turun dibantu oleh gerakan kuda.   Nollie duduk membungkuk di depan sana tanpa suara. Dia tidak pandai menunggang kuda. Oleh sebab itu, dia menyerahkan segala urusan kuda pada Cornell.   Mereka berhenti tidak jauh dari gerbang Istana Kerajaan. Ada banyak prajurit yang berjaga dan tampaknya tidak bisa mereka tembus. Gawat sekali. Nollie sama sekali tidak memikirkan soal bagaimana cara untuk dia bisa memberikan surat pada Putri Kayana.   Cornell turun dari kuda dan membantu Nollie setelahnya, "Saya tidak tahu untuk apa kita datang ke Istana Kerajaan Orchid, tapi juga tidak akan mempertanyakannya," ucapnya berusah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD