Dari jendela yang tinggi menjulang, Anastasia memandangi bagaimana rintik air jatuh seolah tidak membiarkan satu sudut pun kosong untuk dibasahi. Tampaknya hujan enggan berhenti mengguyur bumi yang tadinya kering. Suara petir juga tidak ingin kalah oleh pasukan-pasukan kecil yang diutus oleh langit. Sampai jam sebelas malam ini sang duke masih belum kembali sejak mengantarkannya pulang. Dia tidak bisa memungkiri kalau perasaan khawatir kali ini menggerogoti akal pikiran. Biasanya sebelum pergi sang duke akan mengatakan terlebih dahulu padanya kalau tidak akan pulang atau mengatakan untuk pulang larut malam, tetapi tidak ada kabar apa pun mengenai hal itu. Apa sang duke masih marah padanya karena telah membahayakan diri? Anastasia mengakui kecerobohannya, tetapi dia membahayakan diri buka

