Menjelang hari bahagia

895 Words
"Kalau di ingat lagi, pertemuan kita sangatlah singkat, kita berdua tidak pernah mengatakan Aku cinta kamu, tapi kita sama-sama tahu perasaan kita masing-masing. Belum pernah ada penembakan dan sekarang pun aku tidak berniat untuk melakukannya. Tapi, jika saat ini kamu meragukan cintaku karena aku tidak pernah mengucapkan tiga kata tersebut, ada sebuah hal yang perlu kamu tahu...aku tidak mau memintamu untuk jadi kekasihku, tapi Will you marry me?" Andri berlutut di hadapan bunga dengan menyodorkan kotak kecil yang sudah ia buka dan berisi sebuah cincin. "Jika kamu setuju ambil dan pakai lah cincin ini, tapi jika kamu menolak kamu bisa tutup kembali kotak ini," jelas Andri. Bunga merasa terharu sampai-sampai kedua matanya berkaca-kaca, " Yes, i will." Bunga mengambil cincin itu dan di pakaikannya di jarimanisnya, Andri yang melihat cincin itu di pakai di jari Bunga, langsung ia bangkit berdiri dan langsung memeluk Bunga. Bunga pun membalas pelukan Andri. Akhirnya sepasang kekasih yang bernama Andri dan Bunga yang sedang duduk di tepi danau. Saling bergandengan tangan dan terdiam. Tak lama kemudian, Bunga mulai membuka suara. Bunga : "Apakah kamu benar mencintaiku?" Andri : "Tentu saja, sayang." Bunga : "Aku ingin mendengar dari bibirmu sendiri. Bukan kau mengatakannya saat aku bertanya saja." Andri : "Ahhh... kukira aku tak harus sampai begitu." Bunga : "Lho, mengapa tidak?" Andri : "Hmm... karena apa yah..." Bunga : " Aku kan hanya ingin kau mengatakan kalau kau mencintai aku. Itu saja, kenapa sepertinya sulit sih?" Andri : "Tapi aku tidak bisa." Bunga pun mulai menangis sesenggukan. Pikirannya kalut dan ia mulai yakin bahwa Andri tidak serius kepadanya. Ia hanya bermain-main, dan ia tak pernah mencintainya. Bunga : "Kalau begitu kau tidak mencintaiku!" Masih terdiam dan memandangi air yang mengalir tenang. Bunga membiarkan air mata membasahi pipinya. Bunga : "Mengapa? Mengapa kau begitu tega terhadapku?" Andri : "Jadi, apakah kau benar-benar ingin ttahu" Bunga : "Tentu saja!" (bentaknya) Andri pun meraih bahu Bunga dan memeluk tubuh kecilnya itu dengan erat. Mencium keningnya dengan perlahan dan berbisik di telinganya, "karena tiga kata itu tidak cukup untuk mengungkapkan betapa aku mencintaimu, sayang..." "Cinta. Tak pernah cukup diungkapkan lewat tiga kata 'Aku cinta kamu'. Percayalah, cinta itu lebih dari sekedar itu..." Lagi-lagi Bunga di buat terharu oleh Andri. Air matanya semakin deras mengalir, yang ada di pikirannya saat itu adalah Andri pria yang tepat untuknya. Dan Bunga tidak akan pernah melepaskannya. __________________________ Rencana Pernikahan, Keluarga besar Andri telah meminang Bunga secara resmi. Meminang sama halnya dengan melamar. Sesuai kebiasaan dan tradisi setempat sebelum prosesi pernikahan pihak laki-laki harus melamar pihak perempuan terlebih dahulu. Dalam acara lamaran hari ini Andri dan Bunga tidak terlihat, karena prosesi lamaran ini biasanya hanya orang-orang tertua saja yang akan mengambil keputusan dan menentukan tanggal pernikahan. Keluarga besar kedua belah pihak yang berembuk menentukan tanggal pernikahan. Mencari hari yang terbaik untuk melaksanakan prosesi pernikahan. Akad nikah akan di laksanakan pada hari Jumat dan resepsi akan di laksanakan keesokan harinya. Keputusan keluarga sudah diambil, semua merasa bahagia karena berjalan dengan lancar, tinggal melanjutkan ke tahap selanjutnya sebelum ke hari pernikahan. Teman-teman Bunga dan Andri mendadak heboh karena mendapat undangan pernikahan mereka, tanpa di ketahui kapan berpacaran tau-tau undangan pernikahan sudah tersebar. Semua begitu cepat, tidak ada kata pacaran dan PDKT wajar saja jika semua orang di buat terkejut dengan kabar pernikahan Bunga dan Andri. Beby sahabat Bunga lagi ngambek, karena dia merasa sudah di langkahi oleh sahabatnya. Padahal yang selama ini ngebet untuk menikah adalah Baby, tapi yang menikah duluan nyatanya Bunga. Tapi Baby juga senang karena akhirnya sahabatnya yang tidak pernah pacaran itu menikah juga. Walau dengan pria bertampang culun dan kutu buku, yang terpenting dia sudah PNS, cukup mapan untuk hidup berkeluarga dan yang terpenting mereka saling mencintai. Akhirnya kurang dari satu hari lagi acara pernikahan keduanya. Malam ini Bunga memakai pacar dan henna di kuku dan jari tangannya, dalam proses ini harus di diamkan selama semalaman, kebayang ngga tuh repotnya. Gerak dikit bosa hancur henna yang sudah terlukis di jari-jari Bunga. Malam ini adalah malam terakhir Bunga sebagai seorang gadis lajang. Saat tetua-tetua akan memakaikan inai di jari-jari Bunga, terlebih dulu para orang tua menjelaskan setiap jari yang akan di pakaikan inai memiliki artinya masing-masing. Saat inai di pakaikan di jari kelingking, Bunga di doakan agar dapat melalui hal-hal sulit yang di hadapi bersama sang calon suami. Inai yang akan di pakaikan di kuku jari telunjuk melambangkan harapan bagi Bunga untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sedangkan inai yang akan di pakaikan di kuku jari tengah merupakan harapan agar ia dapat membagi kasih sayang dengan adil. Inai pada kuku ibu jari melambangkan doa agar calon pengantin perempuan menghormati suaminya kelak, dan inai pada kuku jari manis merupakan doa agar sang anak memiliki kehidupan rumah tangga yang ideal dan cinta yang abadi. Bunga menangis haru saat kukunya di pakaikan inai, Bunga tak menyangka besok ia akan menjadi seorang istri dari pria yang bernama Andri Saputra. Bunga juga di nasehati oleh ibunya di malam ini, " jadilah istri yang patuh ke suami, ke yang kan perutnya dan senangkan burung nya. Haaaaa Menikah itu bukan seenak yang di katakan orang, pasti ada saja cobaan dalam rumah tangga. Harus sabar dan jangan sampai mengucap kata cerai. Menikah itu sekali seumur hidup nak." Bunga merangkul ibunya dengan jari-jari tangannya yang kaku karena memakai inai dan henna. Air mata yang mengalir di pipi di seka oleh ibunya. Malam ini Bunga meminta untuk tidur bersama ibunya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD