PART 41

1013 Words

Lalu, seperti seorang pesakitan dan seorang prosecutor. Darell duduk di kursi di teras kabin dengan Louisa berdiri dan merapatkan selimut di tubuhnya. Berulangkali tangan Darell mencoba menggapai pinggang Louisa dan Louisa jelas menolak. Tatapan mata memohon Darell, nyatanya tidak mempan sedikitpun. Louisa cemberut. "Katakan padaku, sekarang ini...what exactly your heart want? Kau mau memikirkan ulang tentang menikahiku? Oh wait! Aku tidak akan bertanya. Begini saja...hum..." Louisa mengetuk-ngetukkan telunjuknya ke bibirnya. Darell berpikir, sudah berapa hari mereka tidak berciuman secara panas? Darell menatap Louisa yang memicing hingga matanya mengecil. Dia merunduk ke arah Darell dan mata Darell segera terfokus pada belahan p******a Louisa yang... "Kalau kau berpikir untuk lari da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD