Pemaksaan

1369 Words

Cucu? Boro-boro ngasih cucu, Ma. Disentuh aja belum pernah. Hadeeh. "Pelan-pelan makannya, Mil," kata Mama. Kuambil gelas minum yang disodorkan Mas Mustafa yang duduk di samping. Aku tersenyum canggung pada Mama dan Karim yang duduk berhadapan dengan kami. "Mama cuma bergurau, kok. Mama paham kalau soal anak memang bukan kita yang menetukan. Tapi bukan berarti kalian menyerah, ya. Kamu juga, Mus. Harus sering-sering gempur Mila biar cepet tokcer." Aku yang sedang minum pun tanpa sengaja menyemburkan airnya saking kaget. Membuat Mama dan Karim saling melempar pandang, lalu tertawa bersama. Sementara, pria di sampingku ini hanya mengulum senyum. Bener-bener ini Mama. Bisa-bisanya ngomongin hal sensitif begitu di hadapan dua cowok ini. Gempur? Emangnya lagi perang? Duh, wajahku jadi pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD