Serangan Tiba-tiba

1774 Words

Hubunganku dan Mas Mustafa kembali membaik. Aku mencoba percaya dengan penjelasannya dan semoga saja dia jujur. Setidaknya, aku harus menghargai usahanya yang sampai rela menghubungi satu per satu teman dan kolega karena ganti nomor baru. Aku tengah bersiul santai sembari berselancar di dunia maya ketika Mas Mustafa memanggil. Melihatnya berjalan mendekat, aku yang sedang berbaring di ayunan pun pindah ke posisi duduk. "Kenapa, Mas? Kok, mukanya ditekuk begitu?" Aku terkekeh kecil melihat wajahnya yang cemberut. "Siapa ini?" Dia mengarahkan layar ponsel kepadaku di mana terpampang pesan masuk dari nomor Alman. "Oh ... teman," jawabku santai. "Teman? Teman yang mana?" Dia masih menatapku dengan dahi berkerut. "Jangan marah-marah dulu gitu. Sini duduk." Aku menepuk-nepuk area ayunan ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD