Afila duduk di Bangku taman sambil menunggu Bus yang akan membawa Peserta Olympiade ke Binsus.Kepalanya terasa berdenyutdengan fikiran yang masuk Satu-persatu. " Hei." Sapa cowok berkacamata yang sudah duduk di sebelah. Afila tersenyum kecil lalu kembali fokus pada Bukunya ,seakan-akan tidak menyadari ada seseorang yang mengajaknya berbicara. " Semoga kita berdua bisa saling bekerja sama ya,sekarang hanya kita yang mewakili Sekolah di Olmpiade Kimia kali ini." Afila mengerutkan kening,tidak mengerti arah bicara dari lawan bicaranya." Nanda?" " Dia sudah ngundurin diri,saya juga enggak tau kenapa.Tiba-tiba aja gitu," " Oo," jawabnya singkat. " Kamu benar pasangan Nanda?" " Penting emang?" Afila menutup buku yang berada di Tangan. " Selama ini Nanda hanya bisa dekat dengan Nesya,pe

