Perang Dingin

1710 Words

Afila mengerjapkan Mata untuk menyesuaikan cahaya Lampu,biasanya ia akan tidur dengan lampu yang tidak menyala.Namun kali ini masih menyala,itu artinya dia tidak pulang. Jika Nanda tidak ada,ia memang tidak akan mematikan lampu kamar,memilih untuk menghidupkan lampu tidur saja.Karena cowok itu tidak bisa masuk ke kamar dengan suasana gelap gulita. " Dia enggak pulang?" Batin Afila dengan bertanya-tanya. Ia melihat jam yang berada di meja kamar,bahkan sudah selarut ini belum juga kembali. " Apa dia menikmati malamnya dengan baik bersama wanita yang ia cintai." Sambung Afila tertawa pelan,sejatinya ia sudah terluka. Bahkan harapannya untuk bertemu Nanda dan merasakan perhatian manis dari cowok itu ketika meminta maaf,hilang dengan kecewa yang menerpa harapannya saat ini. ia mengambil h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD