Alan sudah satu jam lebih ada di sini. Dia tidak menemukan di mana sosok gadis yang dia temui kemarin itu. Padahal mereka telah membuat janji untuk bertemu hari ini. Alan yang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan gadis itu. Tapi tidak ada tanda-tanda sama sekali dari gadis itu bahwa dia ada di sini. Sweaternya pun dibungkus dengan kotak kecil dan ada pita, sudah pasti sangat wangi sekali. “Kasihan ya, Bella. Kemarin ditabrak sama pelanggan di sini terus langsung dipecat gitu aja.” Alan menoleh ke sumber suara lalu dia berdiri dan bertanya. “Gadis yang kemarin saya tabrak dipecat?” Sontak wajah pucat yang sedang berdiri di hadapan Alan itu menganggukkan kepalanya. “Iya, dia yang kemarin di sini langsung dipecat sama atasan.” “Saya yang salah, kenapa dia dipecat.” Seorang pr

