BAB 22 Aku Kecewa

1027 Words

Harapan kini tinggal harapan. Do'a yang semalam Nata panjatkan dengan sepenuh hati, rupanya tak dikabulkan oleh Tuhan. Terbukti dari sejak bangun tidur sampai sekarang hendak berangkat ke kantor, tak sedikit pun Gea membuka suaranya. Jangan kan berbicara, bersitatap dengannya selama beberapa detik saja sepertinya enggan. Tak ayal, sifat Gea yang tak biasa itu membuat Nata tampak frustasi. "Kamu mau kemana?" Nata bertanya seraya menyentuh lengan Gea yang hendak berjalan melewatinya. "Ya ke kantor lah. Gak liat pakaianku serapi ini," lihat. sekalinya bicara judesnya minta ampun. "Berangkat bareng, ya," ucap Nata masih mencoba peruntungan agar perang dingin ini segera berakhir. Namun lagi dan lagi Gea menolak untuk menyetujui genjatan s*****a yang dilayangkan sang suami. Dengan tampang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD