BAB 20 WHAT THE HELL?!

1035 Words

Gea menghirup udara pagi dengan perasaan teramat bahagia. Setelah berhari-hari hanya terkurung dalam ruangan serba putih, kini dia bisa menikmati sinar mentari secara langsung. Menembus pori-pori kulit yang kemudian memberi efek hangat yang entah sejak kapan terasa menyenangkan. Tidak ada lagi selang infus yang membelit tangan kirinya, juga bubur rasa hambar seperti perasaan mantan yang mampir di indra pengecapnya. "Udah siap?" Gea melirik ke samping dimana sang suami tampak mempesona dengan setelan khas bos-bos pengusaha. Ditambah tatanan rambutnya yang tak segondrong kemarin karena sudah dipotong, semakin menambah kharisma pria itu di mata Gea. "Biasa aja ngeliatinnya," ucap Nata tanpa menoleh sedikit pun karena fokusnya saat ini pada jam tangan yang sedang dia pasang. "Idih. Ge-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD