This Madness

1372 Words

Sejak Arjuno membuka matanya dini hari tadi, bayangan Shopia sudah sangat menyiksa Pemuda itu. Entah semalam dia bermimpi apa? Tetapi sepertinya dia semalam tidak bermimpi tentang perempuan itu. Mengapa kenangan saat masih bersamanya mendera? Dia teringat tentang sebuah tempat yang tidak perlu lagi sentuhan seniman karena  keindahan sudah terpatri di sana dengan senyum manis milik Shopia. Bayangan perempuan bermata sendu itu benar-benar mengganggu pekerjaan Arjuno hari ini, bahkan pekerjaannya hari ini sama sekali tidak optimal. Tidak ada yang bisa dikerjakannya dengan benar hari ini gara-gara bayangan Shopia itu. Mengapa kamu tidak sekalian bawa saja bayangan kebersamaan kita, Phia? Bawalah pergi semua kenangan kita, jangan pernah sisakan walaupun hanya sebesar butir debu.   Sudah dua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD