"Kok lama banget." Mas Graha mempererat pelukannya. Aku menggeliat, berusaha melepaskan pelukan itu. "Mas ..., nggak enak dilihat orang." Bukannya melepaskan pelukan, Mas Graha malah membalikkan tubuhku hingga menghadapnya. "Jangan disini," kataku risih. "Ehem." Terdengar suara deheman. Dengan gerakan kilat, aku melepaskan pelukan Mas Graha. Mbak Rere menatapku dan suamiku dari dalam mobil. Aku membalas tatapannya sambil nyengir. "Lama banget, kalian ke mana saja?" tanya Mas Graha pada Mbak Rere, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. "Cuci mata," jawab Mbak Rere sambil turun dari mobil. Dia sengaja berjalan di antara aku dan Mas Graha hingga suamiku melepaskan pelukan. "Mbak, kami langsung pulang, ya," kataku. Mas Graha menatapku dengan wajah bingung. Mungkin dia ingin bertany

