Sebuah Rencana

1534 Words

Pria tampan dengan senyuman lembut duduk di balik meja kerjanya. Ia terlihat sibuk dengan layar computer dan beberapa berkas di atas meja. Diego berusaha menyibukkan diri dengan pekerjaannya agar bisa mengalihkan rasa rindu dari sang kekasih yang biasa terus bersama dan bertemu setiap hari. Kini mereka kehilangan momen kebersamaan itu. Seorang wanita cantik berdiri di depan meja kerja. Ia menatap pria tampan yang tidak menyadari kedatangannya.   “Apa kamu sangat sibuk?” tanya Diana.   “Ma, kapan Mama datang?” Diego tersenyum tampan.   “Baru saja.” Diana tersenyum.   “Kemarilah, Ma.” Diego beranjak dari kursi dan pindah ke sofa.   “Sayang, apa kamu sudah makan?” tanya Diana.   “Ah, aku melupakan jam makan siang.” Diego melihat jam yang melingkar di pegelangannya.   “Ayo, kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD