THE TRUST | 51

2066 Words

Harandita memejamkan matanya di taman rumah sakit. Gadis itu tertidur di sana setelah menyelesaikan tugas akhirnya di state bedah. Sekarang Harandita merasa jauh lebih baik. Semua urusannya dan Panji sudah selesai. Harandita sudah selesai dengan masa lalunya. Angin malam menyapa lembut pipi Harandita membuat gadis itu semakin memejamkan matanya dengan nyaman. Harandita juga sudah mengirim pesan kedua orangtuanya dan juga Rafa, kakak laki-lakinya. Meskipun pesan itu tidak mendapatkan balasan seperti yang Harandita harapkan setidaknya mereka semua membaca setiap pesan yang Harandita kirim. “Minum!” Harandita mengerjabkan matanya dan menatap seorang yang duduk di sampingnya. Handini dengan dua cup kop. “Lo nggak capek?” tanya Handini, keduanya mulai menikmati kopi mereka untuk malam ini.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD