Agra terdiam cukup lama menatap deretan barang yang ada dalam salah satu ruang di apartemennya. Bagi semua orang, apartemennya hanya terdiri dari satu kamar tapi tidak, sebenarnya apartemen ini memiliki dua kamar, Agra mengubah desainnya. Kamar ini bisa di akses dari kamar Agra dengan cara menggeser rak buku yang ada disana. Langkah Agra memelan, dia menelusuri setiap sudut ruangan, apapun yang ada disana berhasil membawa Agra ke masa lalu. Andai saja hal itu tidak terjadi, mungkin hari-hari yang Agra lewati sampai sekarang masih sangat menyenangkan. Agra memilih untuk duduk di single sofa yang ada di sana. Kemudian fokusnya terhenti pada suatu sudut ruangan. Napas Agra semakin berat. Dia merasa semakin bodoh dan tidak tahu diri, Agra seharusnya tidak melakukan hal seperti ini

