“Selesai koas nikah yuk, Ra!” Seruan santai namun tersesan sangat serius itu membuat baju kotot yang ada di tangan Harandita langsung terlepas begitu saja dengan sangat dramatis. Pergelangan tangannya masih di cekal oleh Agra sedangkan cowok itu masih bersandar dengan begitu santainya pada mesin cuci yang sudah mulai bekerja mencuci pakaian Harandita. Soundtrack lamaran Agra kali ini ada suara mesin cuci. Sungguh nggak ada romantis-romantisnya sama sekali. Bibir Harandita kemudian berkedut dan tertawa dengan keras setelahnya, tangannya mengusap wajah Agra dengan kasar sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir. “Ngeprank bangat ya dok, mau coba reka ulang adengan ngelamar calon istrikah? Sumpah lo payah bangat!” seru Harandita. Dia kemudian melanjutkan pekerjaanya yang tertunda. Ag

