Ethan Misterius

1099 Words

Malam penghujung hari. Lampu-lampu dipadamkan satu per satu oleh sistem otomatis, menyisakan cahaya redup di lorong utama dan ruang kerja. Josephine masih duduk di sana, punggungnya lurus, bahu tegang, seolah tubuhnya menolak tunduk pada kelelahan. Jam di dinding sudah menuju tengah malam, tetapi layar tablet di hadapannya masih menyala, memantulkan cahaya kebiruan ke wajahnya yang pucat. Ia memeriksa pekerjaan yang akan dikerjakan besok. Ia seharusnya sudah beristirahat. Tubuhnya tahu itu. Namun pikirannya tidak mau berhenti. Dokumen penelitian Elizah tergeletak di meja, bersebelahan dengan tablet berisi surat resmi dari lembaga genetik. Permintaan pemeriksaan ulang terhadap status biologis Elizah. Dokumen yang diberikan oleh Ethan masih tidak digubris olehnya. Josephine menghela n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD