"Kita mau kemana sih, Mas?" tanyaku pada Rivan yang tengah fokus menyetir mobil. Pagi-pagi sekali setelah shalat subuh, Rivan memaksaku untuk ikut dengannya. Bahkan ia telah menyiapkan tas berisi baju-bajuku. "Puncak," jawabnya singkat. "Puncak?" Tanyaku lagi untuk memastikan. "Aku nggak bisa ajak kamu honeymoon ke Korea, seperti yang kamu mau. Apalagi Maldives, mengingat waktu libur kamu dan aku tinggal dua hari lagi." Ya ampuuun. Jadi Rivan pingin mengajak aku honeymoon? Kok so sweet sih ini lakik. "Iya Mas, nggak Papa. Asal sama kamu dibawa kemana aja aku rela kok." Rivan tertawa sampai bahunya berguncang-guncang, satu tangannya mengusap kepalaku dengan lembut. Mobil Rivan berhenti di pekarangan sebuah villa bergaya arsitektur Eropa. Perjalanan kami memang terhitung cepat, karen

