35

1402 Words

"Jangan mikirin apapun karena Insyaallah semuanya akan lebih baik asal kamu juga jauh-jauh dari Lian" Ahh balik lagi, ngapain Kak Lian terus yang di bahas? Kak Lian bisa-bisa keselek angin kalau terus di omongin kaya gini. "Iya gak akan, Nawa gak akan deket-deket sama laki-laki manapun jadi bisa kita berhenti berdebat sekarang? Nawa beneran capek Mas" Menyelesaikan perdebatan kami dengan mengiyakan semua rengekan Mas Adam juga mulai jadi kebiasaan aku sekarang, hidup bareng Mas Adam aku ngerasa semuanya berubah, Mas Adam yang aku kenal sekarang memang dingin dengan orang lain tapi enggak dengan keluarganya, Mas Adam malah terkesan manja dan sangat gak suka kalau sesuatu yang memang murni menjadi miliknya disentuh sembarangan oleh orang lain dan aku harus akui itu, sejauh ini Mas Adam gak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD