"Kak Nawa mau pulang" detik itu juga aku melangkah meninggalkan Kak Lian dengan kebingungan semakin menjadi, apa yang bisa aku perbuat lagi? Aku menjauh berharap perasaan aku bisa terobati bukan malah semakin terombang-ambing seperti ini, Mas Adam beneran berubah, pernikahan yang dipaksakan memang gak akan berhasil seperti yang selama ini aku pikirkan, pada akhirnya aku mengetahui pribadi Mas Adam dan inilah akhirnya, aku yang harus kembali terluka. "Kakak bilang untuk gak beranjak dari sisi Kakak kan Wa? Kakak cuma mau tahu apa reaksi suami kamu kalau ngeliat kamu jalan sama laki-laki lain, apa Kakak salah?" "Bukan Kakak tapi Nawa yang salah, kenapa Nawa harus suka sama lelaki kaya gitu Kak? Dia bahkan gak pantes disebut suami" ucapku mulai pasrah, apa Mas Adam gak punya sedikitpun rasa

