Sleep Well

866 Words
Allegra sudah pulang ke mansionnya malam tepat jam 8. Ia dengan segera membuka kamar Lisa dengan senyum yang merekah. Namun pergerakannya terhenti melihat Lisa sudah tertidur nyenyak. Ia tersenyum dan kembali menutup pintunya. Ia segera turun kebawah dan makan malam sebelum menyelesaikan beberapa berkasnya. Ia sengaja membawa beberapa berkas untuk dibawa pulang agar Lisa tak menunggunya lama. "Apa Lisa sudah makan?" "Sudah tuan. Nona tadi sempat menunggu anda dimeja makan. Tapi tuan tidak segera datang, lalu nona Lisa tidur." Mendengar penuturan salah satu pelayan membuat Allegra mendesah berat. Ia akan menyelesaikan semuanya lalu akan mengajak Lisa pergi jalan jalan besok. Allegra sudah menyelesaikan berkasnya dan menaiki lantai atas. Ia merekahkan senyum melihat Lisa yang terlelap dalam tidurnya. Cantik. Ia duduk ditepian ranjang dan berdiam sejenak merasakan debaran jantungnya yang bertalu cepat. Tangannya menyelusuri wajah indahnya dan berakhir dibibir Lisa. Allegra kembali mengingat saat mencium wanita itu. Rasanya sangat berbeda ketika ia mencium kebanyakan wanita. Rasa lembut dan manis membuatnya ketagihan. Ia mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir Lisa hingga melumatnya sedikit. Nampak pergerakan kecil yang membuat Allegra beranjak dari duduknya dan tidur disebelah Lisa. Ia melingkarkan tangannya memeluk tubuh mungil Lisa dan membekapnya erat. Lisa semakin merapatkan tubuhnya ke dada bidang Allgera. Lisa suka aroma tubuh Allegra seperti vanila. "Happy nice dream sleeping beauty."ucap Allegra tersenyum dan mencium kening Lisa. Sinar mentari memasuki celah celah jendela. Membuat Lisa terusik dari tidurnya. Ia merasakan sesuatu yang aneh diperutnya. Ia membolakan matanya melihat kedua tangan kekar memeluknya. Dengan cepat ia menoleh mendapati Allegra yang tengah tertidur lelap. "Jadi kemarin bukan mimpi?!"gumam Lisa dengan sadisnya menyentak tangan Allegra dan membuat si empu tersadar. "Sudah bangun ya?" "Menurutmu? Ngapain kamu tidur disini?!" "Inikan kamar aku. Suka suka akulah, aku masih baik hati izinin kamu buat tidur diranjang." "Oke, fine. Besok dan seterusnya, aku tidur disofa. Maaf memakai ranjangmu."dingin Lisa membuat Allegra menarik tangannya dan memeluknya erat. "Jangan. Tidak baik untuk kesehatan kalau posisi tidurmu salah. Temani aku setiap malam, baru semalam aku bisa tidur nyenyak." "Ih, gak mau. Emang aku obat tidur?" "Iya. Kamu gak cuma obat tidur, tapi juga bikin aku candu. Apalagi bibir kamu."ucap Allegra sambil membelai bibir ranum Lisa. "Ish, sana. Aku gak mau deket deket sama kamu." "Lisa. Aku tahu kamu udah nunggu kemarin dari malam sampai kamu tertidur. Aku akan mewujudkan apa yang kamu inginkan hari ini." "Gausah. Hari ini aku mau ke Mall buat beli sepatu." "Kan aku belum izinin. Aku temenin ya?" "Yakin?"tanya ragu ragu Lisa. "Ya-"ucap Allegra terhenti ketika telfonnya berdering. "Alle, nanti datanglah ke kantor. Aku ingin membahas hal yang penting. Senjata pesananmu sudah ada."ucap Angelo ditelfon membuat Allegra geram. Sedangkan Lisa sudah beranjak kekamar mandinya. Mau ditemeni atau enggak, ia harus beli sepatu. Setidaknya sandal ataupun high heels yang modelnya menutupi tungkai. Ia sudah kegerahan memakai sepatu. Lisa keluar dengan wajah fresh dan gaun putih santai yang sangat kontras dengan kulit Asianya. Allegra menatapnya penuh kekaguman. "Aku ada janji meeting nanti. Aku izinkan kau pergi bersama Romeo. Asalkan nanti sore kau harus sudah kembali. Dan gunakan kartu ATM punyaku." "Aku sudah punya kartuku sendiri." "Untuk jaga jaga. Bawalah." "Tidak perlu!"ucap Lisa sambil mengenakan kacamata dan tasnya lalu menutup pintu sedikit keras. Ia menuruni tangga dengan cepat dan berteriak memanggil nama Romeo berkali kali hingga pria tampan tersebut datang. "Ya nona?" "Temani aku beli sepatu. Aku sudah izin pada Allegra." "Baik nona." Allegra hanya menatap kepergian Lisa dari balkonnya. Ia mendesah berat sambil menarik rambutnya frustasi. Lisa sudah tiba di Mall dengan perasaan senang. Ia sudah sangat lama tidak bebas seperti ini. Lisa adalah tipe wanita yang tidak betah dirumah, namun pria songong itu telah mengurungnya beberapa hari. "Hoh, jangan sampai aku terus terkurung bersamanya.... semoga Mona cepat sadar."ucap Lisa mendramatisir memasuki toko sepatu diikuti Romeo dibelakangnya. "Hei. Apa kau tidak malu? Seharusnya kau pakai pakaian kasual dan berjalan disampingku. Tidak seperti orang layatan."decak kesal Lisa yang hanya disenyumi Romeo. "Baiklah nona. Anda pilih dulu sepatunya, saya akan beli pakain sebentar." "Hmm." Lisa sudah memborong lima bungkus sepasang sepatu dari boot, selop, high heels, dan sneakers yang modelnya menutupi tungkai. "Ada lagi nona?"tanya Romeo yang sudah memakai kemeja biru laut dan ditekuk sampai siku. "Sekalian temani aku beli aksesoris. Dan Gym. Aku sudah lama tidak berolahraga." "Baik nona." Lisa segera membawa bawaannya ke kasir dan memberikannya kartunya. Alangkah terkejutnya, saat kasir memberitahukan kalau ATM miliknya sudah diblokir. Ia menatap Romeo tajam dan membuat pria tersebut menggantikan membayar. Ia tak sudi menggunakan uang Allegra jika begini caranya. Allegra ingin ia bergantung pada pria songong tersebut. "Tenang saja nona. Uang saya masih banyak. Anda jadi ke toko aksesoris?" "Ya, jika aku gunakan ATM punyaku yang lain. Allegra pasti akan curiga. Jadi maaf."ringis Lisa membuat Romeo menggeleng pelan. "Tidak apa nona. Saya dengan senang hati." "Awas saja dia nanti. Akan aku habisi!"geram Lisa membuat Romeo terkekeh. "Sebenarnya nona ingin beli apa?" "Gelang kaki dan tindik telinga."enteng Lisa digelengi tak percaya Romeo. "Nona Lisa sungguhan."gumam Romeo sambil membawakan barang barang Lisa. "Setelah ini, kita mampir ke kendai es krim dulu ya."nada tanya seakan memerintah. "Iya nonaaa Lisa yang manisss..." "Kau mengejekku ya?"tanya Lisa membuat keduanya tertawa. "Tidak." "Iya iya, aku berhutang banyak padamu. Terimakasih Romeo...."senyum termanis Lisa yang membuat sekitar merasa iri dengan kedekatannya bersama Romeo.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD