Romeo and Lisa

851 Words
Saat ini Lisa sudah menyelesaikan Gym. Ia saat ini tengah makan bersama Romeo disalah satu tempat makan yang ada di Mall. Ia sedari tadi hanya memandang bingung Romeo. "Ada apa? Dari tadi kau hanya diam." "Nona. Anda mempunyai tubuh yang sangat indah. Saya yang barusaja melihat tubuh nona langsung terpana. Tubuh nona seakan diidam idamkan kaum pria, terlebih semua wanita yang ada disana juga memandang anda iri serta takjub." Lisa yang mendengar jadi gagal faham. Ia teringat masa SMA dan tersenyum pada Romeo. "Kau mengagumi sixpack punyaku?"tanya geli Lisa. "Ya nona. Apalagi saat anda mencepol rambut anda dan memperlihatkan tatto di tengkuk anda. Serta tatto di tulang selangka anda. Semua terlihat begitu indah dan mempesona." "Ini tatto biasa. Aku tidak pernah memperlihatkan tattoku pada orang orang. Itu sebabnya aku selalu mengurai rambut meski kegerahan." "Mengapa begitu?" "Karena tatto yang aku buat ini entah kenapa bisa membuat orang terpukau dan terpana."kekeh Lisa membuat Romeo tersenyum malu. "Yasudah. Lanjutkan makan." Lisa dan Romeo makan sambil sesekali membahas perkembangan bisnis gelapnya. Mereka tidak merasa ada media yang menyorot mereka. "Nona Monalisa Atha Devano?"tanya salah satu wartawan yang langsung membuat mimik muka Lisa menegang. "Ya." "Nona, kemana selama ini anda berada? Dan siapakah pria yang bersama anda? Apakah ia kekasih anda?"tanya bertubi tubi membuat Lisa kebingungan. "Maaf, kami izin pamit dulu."ucap Romeo mengamankan Lisa yang saat ini mulai membuat orang berbondong bondong mendekat. Lisa digandeng Romeo dengan erat sesekali tangannya menutupi mata karena bersimpangan dengan orang orang yang berpakaian merah hati, merah maroon, merah menyala ataupun merah darah. Lisa dan Romeo menghebuskan nafas lega ketika tiba dikediamannya. Lain dengan Allegra yang tengah sibuk bersama teman temannya. "Alle, bukannya ia wanitamu?"tanya Daniel membuat semuanya terfokus kearah TV besar yang ada diruangannya. Nampak Lisa dan Romeo yang bergandengan tangan setelah makan siang bersama. Allegra menggeram mengepalkan tangannya. Matanya sudah menggelap. "Aku akan habisi dia!"ucap Allegra penuh penekanan dan membuat ketiga temannya menegang dan melotot. Allegra sudah pergi menuju mansionnya secepat kilat. Ia mengendarai mobilnya kebut kebutan. Kemejanya sudah berantakkan. Tujuannya satu, membantai Romeo. "DIMANA MEREKA?"teriak Allegra setibanya di mansion. Lisa dan Romeo yang tengah berada didapur langsung menghampiri Allegra. Ia melihat pria itu dengan kebingungan dan sedikit getar. Benar benar muka Allegra saat ini menyeramkan. Tak ayal banyak lawan maupun orang orang yang takut padanya. "KAU AKU PECAT!"tunjuk Allegra pada Romeo. Sedangkan Lisa sudah membulatkan matanya. "NO."tolak Lisa yang semakin membuat Allegra marah. "Kenapa?! Kau punya hubungan dengan dia?! Kau tak ingin dia jauh darimu?"ucap Allegra membludak. Sedangkan Lisa menyerngit tak paham. "Aku punya hutang banyak padanya! Gara gara dirimu memblokir ATM punyaku. Dia yang membayar semuanya. Dan kau memecatnya! Kau gila?!"teriak Lisa tak kalah membludak hingga Allegra mencengkeram erat bahu Lisa hingga membuatnya meringis kesakitan. "Kenapa kau malah meminta dia yang membayar?! Aku sudah memberi kartuku padamu." "Aku tidak sudi kalau caramu begitu. Sampai kapanpun memang kita tidak bisa berdamai. Lebih baik aku mati daripada terus bersamamu."umpat Lisa membuat keadaan semakin memanas. Allegra langsung menyambar bibir Lisa dan melumatnya dengan hasrat. Ia meluapkan emosinya sampai Lisa merasakan darah dibibirnya. Ia menggeleng kuat dan berusaha melepas ciumannya, namun usahanya gagal karena tenaga Allegra yang besar. Nafasnya mulai memburu. Ia berusaha memejamkan matanya dan merapalkan tangan kuat kuat hingga tak sadar airmatanya sudah mengalir. Allegra yang merasakan basah, langsung melepaskan pagutannya dan melihat wajah cantik Lisa yang saat ini sangat kacau. Amarahnya langsung menguar seketika. "Lisa..." Lisa langsung terduduk dilantai dan berusaha menghapus sisa darah dengan sadisnya. Jangan sampai darah itu menyercap dilidahnya. "Lisa maaf, maaf. Sakitkah?"panik Allegra yang sudah berjongkok dan melihat keadaannya. "PERGI! PERGI KAU SIALAN! PERGI! JAUHI AKU, aku mohon pergilah..."racau dalam sela tangisnya. Bahunya sudah bergetar. Allegra membekap erat tubuh Lisa membuat wanita itu berontak dalam dekapannya. "Aku takut.... aku takuut-" Bruuuk.... Lisa ambruk dalam pelukan Allegra. Pria itu membulatkan matanya dan raut wajahnya berubah sangat panik. "Panggilkan dokter!" Titah Allegra diangguki Romeo dan langsung membopong Lisa ala bridal style. "Bangunlah sleeping beauty. Maaf."gumam Allegra yang sudah menggenggam tangan Lisa. Dokter wanita dengan cekatan memeriksa kondisi Lisa. Allegra hanya diam menanti dengan raut yang masih panik. "Dia cuma kelelahan. Ada goncangan yang membuat mentalnya tidak kuat. Entah ia menahan sesuatu yang besar yang membuat tenaganya habis. Sebaiknya anda bicarakan dengan baik baik. Resepnya akan saya tuliskan." Allegra duduk disamping ranjang dan terus memandangi wajah teduh Lisa. Dengan penyesalan yang dalam ia menatap dengan penuh kasih. "Eungh..." "Lisa, ada yang sakit sayang?" Lisa hanya menatap Allegra dengan tatapan datar. Tenaga Lisa benar benar habis karena melawan Over agar tidak muncul mengendalikan tubuhnya. "Kalau orang bosan hidup, aku sarankan ia tinggal bersamamu. Ia akan tewas perlahan."dingin Lisa meski suaranya terdengar parau yang parahnya malah membuat Allegra membayangkan hal hal yang aneh. "Lisa-" "Cukup diam! Aku tidak ada hak mengusirmu, tapi setidaknya bila kau didekatku. Maka diamlah." "Kalau keberadaanku mengganggumu, aku akan berusaha menjaga jarak. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini."ucap Allegra sambil mengelus lembut rambut Lisa dan beranjak pergi. Lisa hanya terdiam merasakan ada yang kehilangan dalam dirinya ketika pria itu meninggalkannya. Ia berasa kesepian yang sama dengan 5 tahun yang lalu. Untuk hari ini ia kembali menangis. Ia membekap erat tubuhnya dan menangis dalam diam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD