"Siapa kau?"kini Lisa yang penasaran pria yang ada didepannya. Apa hubungannya dengan papanya.
"Dan kau siapanya Devano?"
Lisa hanya diam. Kalaupun ia beritahu, itu akan berbahaya dan beresiko. Semua data dirinya sudah bersih dan pemerintah juga ikut andil.
"Kau putri kembarnya kan? Oh My!"pria itu membungkam mulutnya tak percaya. Ia melihat kedua temannya tersungkur dengan darah dimana mana di tangan Lisa.
"Kau ikut aku. Disini cukup berbahaya."ucap Jack diangguki Lisa.
Jack membawa Lisa ke mansioannya yang megah. Disana Lisa berdecak kagum melihat desain interior rumahnya yang indah.
"Mengapa anda membunuh mereka?"tanyanya lagi ketika mereka sudah berada di ruang tamu.
"Karena itu pekerjaanku."enteng Lisa.
"Ibu anda tak pernah seperti ini. Dan apakah Devano mengizinkan anda melakukan ini? "
"Kau seakan akan menilaiku buruk. Namun tepatnya menilai buruk orang tuaku tuan. "
"Aku tak bermaksud seperti itu. Meskipun ibu anda seorang hacker dan ayah anda mantan mafia yang paling disegani, apa mereka mengijinkan anaknya melakukan kesalahan seperti mereka. Mereka berhenti sepenuhnya dari dunia gelap saat Athala melahirkan kedua putri kembarnya di Indonesia. Maka jauh jauh hari Devano memblacklist namanya didunia mafia saat itu juga."
Merasakan belati seakan menghunus hatinya yang paling dalam. Ia tersenyum devil menatap pria dihadapannya.
"Apasaja. Ceritakan padaku mereka."seakan hal buruk yang terjadi karena ulah Jack saat ini. Apakah ia barusaja membocorkan rahasia.
"Cukup itu saja nona. Selebihanya anda tidak perlu terlalu banyak tahu tentang mereka."
"CERITA SEKARANG."dingin disertai tatapan datar yang membuat gemetar Jack. Ia begitu terkejut merasakan dampak yang diberikan Lisa.
"Ibu anda dulu seorang hacker dan perancang sekaligus perakit alat canggih. Dia terjun langsung dipasar gelap. Bahkan ia sempat menciptakan bom skala kecil dan ruangan anti nuklir, light saber, membobol ATM, membuat pakaian anti peluru dan benda tumpul, serta ruangan bawah tanah berteknologi canggih.
Ayah anda diusia duapuluh sudah menguasai jaringan dan radikal. Ia menjadi ketua mafia di Paris dan membawahi klan klan lainnya. Beliau sudah membantai puluhan orang. Taktiknya yang begitu jitu membaca pergerakan lawan serta keakuratan menembak 99% tanpa meleset."
Lisa menggeleng tak percaya mendengar ucapan Jack. Bahkan kedua orang tuanya masih melebihi dirinya. Dan didepannya mereka masih merasa sok suci? What the f**k! Akan Lisa buktikan kalau begitu, ia bisa lakukan lebih dari mereka.
"Dan Jack, siapa sebenarnya kau?"
"Aku punya toko persenjataan dipasar gelap. Dan kasino tadi."ucapnya.
"Dengarkan aku. Aku sudah membunuh di Kasinomu. Kau sudah memberikan informasi penting padaku. Dan aku tak ingin membunuhmu. So, terserah padamu mau melapor atau diam."
"Saya setia pada Mr. Devano meski sekarang beliau tidak lagi terjun ke dunia mafia. Saya akan menjaga identitas anda nona."
"Terimakasih banyak Jack. Mereka tak meragukanmu. Dan bagaimana jika sekarang kau yang bekerja sama denganku?"
"Maksudnya?"
"Aku juga ketua radikal sekarang. Aku ingin memperluas jaringan ke Eropa. Apa kau mau membantuku?"
"Dengan senang hati. Saya akan pergunakan kepercayaan anda sebaik mungkin."
"Hmm, ya. Tugasku sudah selesai hari ini. Aku akan ke Paris lain kali. Selamat tinggal Jack, jangan cemaskan pembunuhmu. Ia sudah tewas ditangan anak buahku."
"Terimakasih nona-"
"Ovy. Panggil namaku Ovy, semua orang mengenalku Over."
"Baik nona Ovy."
Lisa segera beranjak pergi malam ini untuk kembali ke Indonesia. Disana ternyata sudah ada kakak dan juga ayahnya yang menanti dengan cemas.
"Wow wow wow. Whats wrong ?"sapa Lisa tanpa dosa setelah sampai ke rumahnya.
"DARIMANA SAJA KAU? TIDAK BERFIKIR KALAU INI SUDAH MALAM?! APA KAU TAK TAU BAGAIMANA CEMASNYA KAMI?!"bentak papa Lisa sedikit membuatnya berjenggit kaget.
"Anda bentak saya? ANDA. MEMBENTAK. SAYA?!"ucap Lisa tak kalah tinggi.
Plaaaakkk
"Jaga sikapmu Lisa!!! Papa datang jauh jauh mencemaskan dirimu, dan kau tidak tau dirinya membentak papamu sendiri?!"ucap kakak laki lakinya ikut tersulut emosi.
"Oh..... goood.... jadi aku disini yang salah yang mulia? Dengar baik baik. Saya tak butuh dicemaskan anda lagi. Terimakasih, saya bisa hidup sendiri."
"Lisaaaaaaa...."teriak nyaring dari pintu utama hingga membuat suasana semakin memanas.
"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu. Selama ini kita mencemaskan kamu. Bahkan Mona rela menunda operasinya demi kembali padamu. Namun ini yang kamu perbuat? Mama kecewa sama kamu Lisa. Bisa bisanya mempunyai anak seperti kamu."
"Saya yang lebih kecewa sama kalian berdua. Bisa bisanya kalian merahasiakan hal besar dan menutup diri seperti seorang biarawan? Padahal masa lalu kalian sudah habiskan beberapa nyawa. "
"Apa maksud kamu."
"Kalian mafia yang tak punya hati. Kalian mafia berdarah dingin. Kalian seorang mafia. Kalian mantan mafia!!!!!!"teriak Lisa memburu mengejutkan Mona dan Gavin. Sedangkan kedua orangtuanya terkejut bukan main.
"Selamat. Aku lebih baik pergi dari sini selamanya. Dan tak ikut campur dalam urusan keluarga kalian. Aku memang seorang mafia. Kalaupun kalian mencegahku, lebih baik aku pergi."
"Bodoh! Tidak ada gunanya kau bergelut di dunia Mafia. Hiduplah dengan biasa Lisa. Hidup itu pilihan. Dan cari pilihan hidup yang bisa membuatmu bahagia dan umur yang panjang. Jangan menjatuhkan dirimu dilubang penuh kegelapan."ucap papa Lisa yang sudah mencoba sabar.
"I can't do it. "
"Lisa.... kamu tega?"getar Mona menahan sesak didadanya.
"Well, see my twin. Tidak ada yang bisa diperbaiki lagi. Aku lebih baik pergi. Tapi aku berjanji akan selalu menjagamu walau dari jauh, aku akan selalu menjagamu."
"Kau tak menyayangiku? Apa karena penyakitku. Kau menjauhiku?"
"No. I love you, aku ingin menjagamu. Yakinlah aku akan selalu menjumpaimu saat kau merindukanku. Tapi aku tak bisa bersama dengan kalian lagi. Ini pilihanku. Aku tak bisa mundur sekarang, akan lebih berbahaya lagi untuk kalian semua. "
"Lisa....jangan pergi... jangan tinggalkan aku."tangis pecah Mona dalam dekapan ibunya.
"Mona, you stronger woman. Don't cry please... and now. Nothing Monalisa Thalia Devano. Yang ada hanya Monalisa Atha Devano. Semua berkasku sudah hangus. Keluarga Devano hanya punya satu putra dan satu putri yang patut dibanggakan."senyum Lisa pada semua orang yang sudah merubah raut penuh kesedihan.
"Dengar Lisa, dunia mafia itu kejam. Kamu bisa hidup karena membunuh atau kamu membuarkan tubuhmu dibunuh. Berfikirlah kembali Lisa. Kami sebenarnya sangat menyayangi kamu. Sama seperti kami menyayangi Mona. Jadi kembalilah pada kami. Ini bukan akhir kisah kita."
"Tidak akan ada yang terputus. Aku akan ada diantara kalian sebagai bayangan Monalisa. Aku akan selalu ada dimanapun kalian menginginkanku dan merindukanku. Aku sudah berada disini. Dan aku tak bisa kembali."
"Lisaaaaa...."teriak Mona begitu memilukan diseluruh penjuru rumah.
"Ini demi nyawa kalian juga. See you again. And good bye."