"Aku tak mengira kau akan datang kesini."cibir papa Lisa.
"Yah, sebenarnya aku juga muak. Cuma aku ingin melihat wajah Mona untuk terakhir kali. "
"Apa ada masalah?"tanya ibu Lisa diangguki olehnya.
"Hmm. Begitulah, aku ingin izin memakai nama Monalisa. Dan ingin meminta kalian untuk merahasiakan keberadaan Mona saat ini. Terlebih ia sedang dalam keadaan koma."
"Kenapa?"
"Allegra. Kalian pasti mengenalnya. Ia putra mr. Marquezzi. Orang yang pernah kalian bunuh karena terlibat permusuhan sengit sejak lama. Aku barusaja mendapat kabar bahwa putranya ingin balas dendam. Dan aku tak ingin Mona dalam bahaya."
"Lalu bagaimana ini? Kami tidak tahu kalau Marquezzi punya anak."panik mama Lisa.
"Tenanglah ma, akan aku atur semuanya asal kalian mau bekerja sama denganku kali ini. Untuk lima tahun terakhir kita bertemu."
"Demi Monalisa. Apa rencanamu?"datar papa Lisa bertanya.
"Aku akan menyamar sebagai Mona. Selagi Mona dalam perawatan dan dalam penjagaan ketat. Aku ingin data palsu segera. Bagaimana?"
"Aku sanggup. Tapi ingatlah ini, orang yang balas dendam terdengar tidak manusiawi. Berhati hatilah. Jangan sampai keberadaan Mona diketahui."
"Selagi aku masih hidup. Aku akan selalu menjaga Mona. Kalian harus membawanya berobat ke Rusia. Akan banyak alat dan teknologi canggih disana. Belum lagi radikalku yang banyak tersebar disana. Aku pastikan Mona aman."
"Baiklah Lisa. Ada lagi?"
"Tidak. Terimakasih, itu sudah cukup bagiku. Kalian sudah sangat membantu."
"Lisa, tidakkah kau merindukan kami? Merindukan mama? Kita sudah tak bertemu lagi selama lima tahun. Kau sekarang sangat cantik dan dewasa."
"Aku sibuk ma. Sampai jumpa lagi di Rusia."
"Lisa..."ucap mama Lisa tercekat melihat dengan sadisnya Lisa pergi tanpa menoleh kearah mereka.
"Nona-"
"Nic, kau yang aku tunjuk untuk menjaga keluargaku nantinya. Kau bersedia?"
"Dengan segenap nyawa saya nona. Apapun akan saya lakukan, berhati hatilah nona. Allegra tak bisa diragukan, ia pria berdarah dingin."
"Nico... Nico... semua menang di Cinta Nico. Cinta."seringai Lisa ditatapi bingung pria dihadapannya.
"Devrio bisa bertekuk lutut dihadapan cinta. Aku jadi bodoh dihadapan cinta. Lalu kenapa kau harus meragukan kekuatan cinta dihadapan pria berdarah dingin sekalipun. Akan. Aku. Buat. Dia. Hancur. Hacur berkeping keping. Inilah janjiku, ia harus membayar mahal karena berani membahayakan nyawa Mona."ucap Lisa penuh penekanan syarat akan dendam.
"Aku akan kembali ke Paris dengan Segera dan mengadakan rapat secepat mungkin. Allegra sudah terlacak hari ini."seringai penuh kemenangan Lisa menatap Nico.
"Berita bagus nona. Selamat, anda curi Startnya. Anda dapat kemenangannya."
"Aku selalu didepan, Nic. Didepan."
Lisa kembali ke Paris setelah menginjakkan kakinya di Jerman untuk menyampaikan tujuannya. Untuk mencapai tujuannya, ia rela harus memohon pada orang tuanya untuk melancarkan aksinya. Dan boom! Semua rencananya sudah tertata dengan rapi.
Sudah lima tahun ia berada dikota Paris untuk membangun klan terbesar dan terkuat di Paris dan tiada yang mampu menandingi. Belum lagi anggota yang ada di Indonesia, Jerman, dan Rusia.
Lisa tumbuh menjadi Over atau Ovy. Gadis penuh sejuta misteri dengan kapasitas otak sama dengan Leonardo Da Vinci, ia juga tangguh dengan peraih sabuk hitam pencak, taekwondo, dan wushu. Belum lagi keahliannya bermain pedang, pistol, Revolver, dan pisau lipat. Ditambah keahliannya mengemudikan helikopter, mobil militer, serta mobil balap.
Pengusaha terkaya dengan kepemilikan pulau, markas militer, sirkuit balap, Kasino, Hotel dan Club. Ia hacker dan pembunuh bayaran paling mahal yang ada.
Kemampuan ibunya dan ayahnya sudah melekat sempurna menjadi satu kesatuan yang tak bisa terkalahkan dan tak bisa diragukan. Wajah imut dengan tubuh proposional. Lisa mempunyai ciri khas yang bisa menarik siapa saja namun juga tersembunyi.
Lisa punya perut sixpack karena rajin olahraga dan mempunyai Tatto dibagian tengkuknya berlambang sepasang sayap. Mona dan Lisa sama sama memiliki tatto bunga mawar di tulang selangkanya sebelah kiri untuk menandakan mereka keluarga Devano. Klan Mafia paling disegani meski tak lagi terdengar.
"Romeo, ini tugasmu yang paling berat."titah Lisa dalam pesawatnya bersama Romeo menuju Paris.
"Saya selalu siap nona."
"Kau harus bisa memasuki lingkungan Allegra. Gunakan kemampuanmu untuk menjadi salah satu anak buahnya. Disana kau akan sangat kubutuhkan nantinya untuk mengontrol diriku supaya Over tidak keluar dari tubuhku dan mengacaukan segalanya."
"Untuk masuk kesana cukup mudah, namun untuk meredam nona Over, saya ragu. Nona Over sangatlah tangguh dan berbisa. Tatapannya mampu meluluh lantahkan lawan. "
"Dia juga bagian dari tubuhku. Cuma kekuatannya lebih dominan. Kau yang aku percayai karena sudah mengenalnya dibanding lainnya. Kau cukup berbekal selotip dan borgol untuk meredamnya. Kata kuncinya tetap gumamkan kalau aku adalah Monalisa, bukan Over."
"Baiklah nona. Dan ini berkas saudari anda, anda sekarang bebas menggunakan identitasnya."
"Yah, untuk pertama kalinya Devano memperkenalkan putrinya dimata publik esok. Model baru kancah internasional akan muncul esok di Paris."
"Semoga rencana anda lancar nona. Aku dengar ia dijuluki Napoleon."
"Oh ya? Kalau ia Napoleon. Lalu kenapa orang yang dijuluki Hitler harus takut?"seringai Lisa membuat Romeo tersenyum.
"Maaf, saya yang terlalu bodoh nona. "Seringai Romeo menatap Lisa.