"Anda tidak usah khawatir nona. Anak anda hanya sedang kelelahan akibat jetlag." Tutur dokter yang menangani Ax. Lisa dapat menghembuskan nafasnya lega. Ia mengelus puncak kepala Ax dengan lembut dan mengecupnya. "Maaf ya sayang, mama mengabaikan kamu." Lirihnya dapat didengar Allegra dari dekat. "Dia tangguh, aku yakin. "Ucap Allegra duduk disebelah Lisa dengan menggenggam tangannya erat. "Aku sangat mencemaskannya. " "Kembalilah Lisa. Kau sudah berjanji mau menikah denganku bila anak kita lahir. Jangan menunda lagi, apa kau ingin membuat mereka semakin sengsara?" "Bicara apa kau? "Sengit Lisa. "Apa kau mau mereka hidup tanpa ayah? Kenapa kau ingin jadi ibu yang egois? Membuat anakmu sendiri membenci ayahnya." "Aku sama sekali tak bermaksud. Tapi Ax sendiri yang berfikir seperti

