Devrio mengepalkan tangannya menahan emosi. Semua Mona ceritakan dari awal dengan linangan airmata. "Ya tuhaaaan.... kenapa seperti ini? Aku akan membinasakan gadis itu. "Geram Devrio. "Jangan kak, bila kau tahu Ramona penyebab semua ini. Maka Ramona akan mencari tahu kembali, apakah Lisa masih hidup dengan anaknya? Dan kenapa kau bisa tahu. Dan dia pasti akan mencelakai lagi." Mendengar ucapan Mona membuat Devrio terdiam. Benar, ia tak bisa membiarkan Lisa disakiti lagi. Lisa yang dulu dengan sekarang sangatlah berbeda. Ia sudah rapuh. "Ax, maafkan om ya? Kamu salah paham." Lembut Devrio. "Aku tidak ingin membahasnya. Mama mengajarkan untuk memaafkan seseorang dengan lapang dada." Desah berat Ax. "Dia sangat tampan, Mona. Aku jadi gemas. Mirip sekali dengan kak Alle. Apalagi kornean

